Gaya Hidup

Waspadai Kesalahan Saat Kredit Motor

Waspadai Kesalahan Saat Kredit MotorKebutuhan akan sarana transportasi memang sudah tidak bisa dielakkan lagi. Ketika bepergian pastinya akan membutuhkan moda transportasi sebagai sarananya. Dengan mobilitas manusia di berbagai aspek, menuntut kecepatan dan ketepatan waktu. Seiring dengan moda transportasi umum yang kualitasnya menurun, masyarakat banyak melirik ke alat transportasi sepeda motor sebagai salah satu solusi untuk menjadi sarana transportasi yang menunjang aktivitasnya. Gayung bersambut dari para dealer kendaraan roda dua ini, anemo masyarakat membeli motor juga dipengaruhi pula dengan memberikan berbagai kemudahan dalam mengajukan kredit kepemilikan motor. Sudah awam diketahui bahwa, membeli kendaraan akan sangat terbantu saat menggunakan sistem pembayaran secara kredit. Pihak show room dealer motor, seringkali memberikan promo menariknya berupa fasiltas kredit tanpa DP atau uang muka untuk menarik para calon konsumennya. Proses ini tentu saja memberikan kemudahan kepada calon konsumen pembeli motor. Motor pilihan akan langsung dibawa pulang, selanjutnya tinggal membayar cicilan kreditnya secara rutin. Dengan adanya berbagai kemudahan ini, ternyata perlu waspadai kesalahan saat kredit motor, antara lain:

sponsor: pemutih wajah.

  1. Membeli motor hanya untuk gengsi dan pamer

Gaya hidup bermegah-megahan serta boros memang tidak dianjurkan. Begitu pula saat akan memutuskan membeli motor baru, hendaknya dilakukan pertimbangan dan pemikiran terlebih dahulu sebelumnya. Pembelian motor dengan cara kredit akan memberikan dampak langsung terhadap tanggung jawab cicilan tiap bulannya yang tentu saja harga sudah dengan tambahan bunga. Jadi, membeli motor dipertimbangkan bukan untuk memenuhi keinginan semata, namun juga menyesuaikan dengan kemampuan finansial yang dimiliki.

Jika membeli motor baru dilakukan hanya untuk sekedar pamer dan gengsi semata, maka lebih baik mengurungkan niatan tersebut. Uang yang akan digunakan untuk membayar cicilan motor bisa digunakan untuk kebutuhan lain yang lebih penting baik kebutuhan pada waktu dekat atau untuk keperluan masa depan. Harga motor memang cukup bervariasi, sesuai dengan merk, model dan performa mesinnya. Motor-motor dengan spesifikasi yang tinggi, pastinya terlihat lebih bergengsi, dan biasanya memiliki harga fantastis. Intinya, jika fungsi alat transportasi dengan menggunakan motor yang sudah dimiliki sebelumnya masih bisa digunakan, selama belum ada masalah, tidak perlu memikirkan untuk mengambil kredit motor hanya karena alasa yang tidak penting.

  1. Membeli motor saat banyak hutang

Melakukan kredit kepemilikan motor sama halnya dengan menambah hutang. Jika hutang bukan dilakukan untuk keperluan yang lebih produktif, jangan pernah terpikirkan untuk menambah hutang, termasuk pula dengan melakukan kredit motor. Melakukan kredit motor lebih banyak mengarah ke sifat konsumtif jika hanya sekedar untuk meningkatkan pamor atau gengsi. Lebih baik, uang yang dialokasikan untuk mencicil kredit motor digunakan untuk segera melunasi hutang yang dimiliki. Misalnya untuk membayar cicilan kredit rumah yang merupakan kebutuhan utama akan papan. Perlu ditekankan bahwa membeli motor secara kredit saat banyak hutang akan justru menambah efek buruk dari kondisi keuangan.

  1. Membeli motor dengan periode cicilan panjang dan uang muka terlalu kecil

Jika memang sudah benar-benar perlu membeli motor baru, penting sekali untuk tidak memilih kredit cicilan yang panjang atau dengan uang muka yang sangat kecil. Ketika sudah berniat melakukan kredit kepemilikan motor, siapkan terlebih dahulu uang muka atau down payment (DP) yang cukup, sehingga tidak akan meringankan jumlah cicilan tiap bulannya. Oleh karena itu, membeli motor baru dengan kredit selayaknya tidak dilakukan dengan cara terburu-buru. Selain nilai nominal uang cicilan kredit yang kecil, pertimbangkan pula jangka waktu kredit yang akan diambil. Usahakan agar dapat dilunasi dalam waktu yang singkat. Kredit motor dengan DP kecil atau tanpa DP dan periode cicilan yang terlalu panjang, akan justru semakin menambah beban keuangan.

  1. Membeli motor pada perusahaan leasing buruk

Kredibilitas perusahaan leasing hendaknya juga harus diperhatikan saat akan mentukan keputusan dalam membeli motor secara kredit. Penting untuk menjadi konsumen yang cerdas, dengan mencari tahu detail tentang perusahaan leasing yang menangani kredit motornya. Dengan perusahaan leasing yang terpercaya, konsumen tidak akan menjadi was-was tentang kejelasan kredit, legalitas dokumen motor serta penangguhan surat bukti kepemilikan motornya nanti ketika saat telah lunas. Perlu sekali menghindari perusahaan leasing yang abal-abal dengan kinerja buruk, karena imbasnya akan berdampak pada konsumen sendiri. Agar mempermudah proses kredit motor, pilihlah perusahaan leasing yang tergabung dalam anggota Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI). Perusahaan leasing yang legal, haruslah memiliki izin pendirian dan operasional. Selain itu, salah satu ciri lain dari lembaga leasing yang dapat dipercaya adalah memiliki banyak cabang dan tersebar ke berbagai kota, termasuk pada kota domisili.

  1. Membeli motor tanpa kejelasan pemberian BPKB dan asuransi

Legalitas dokumen dan kelengkapan kendaraan bermotor adalah hal penting dan menjadi hak dari konsumen saat membeli motor baik secara tunai maupun kredit. Jika memanfaatkan perusahaan leasing sebagai perantara pembayaran cicilan, maka perusahaan ini harus bertanggung jawab dalam memenuhi hak-hak konsumennya termasuk kejelasan pemberian BPKB dan asuransi saat memproses kredit motor.

Jika memiliki motor lama yang masih bisa jalan dan layak digunakan, kenapa harus membeli motor baru? Penting sekali menekankan pada diri sendiri untuk memiiliki suatu barang karena fungsinya dan memiliki suatu benda karena memang dibutuhkan. Jangan sampai terpengaruh hal-hal yang tidak patut untuk menghindari kesalahan saat mengambil kredit motor.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top