Travelling

Travelling sambil belajar dengan menengok Kampung Tempe Surabaya

Akhir-akhir ini anak-anak muda lagi gandrung kegiatan travelling. Kegiatan jalan-jalan yang di populerkan oleh sebua acara di salah satu stasiun televisi swasta ini telah membuat banyak anak-anak muda termotivasi untuk meninggalkan rumah nya dan melakukan perjalanan untuk berekreasi ria. Namun berawal dari kegandrungan anak-anak muda tersebut juga mulai muncul trend travelling sambil belajar. Mereka tidak hanya ingin kegiatan travellingnya hanya bernilai rekreasi semata namun mereka juga menginginkan kegiatan travellingnya memiliki manfaat bagi kehidupan mereka. Bila anda salah satu dari anak muda yang memiliki visi untuk melakukan travelling sambil belajar, maka ijinkan saya membawa anda berpetualang sambil belajar dengan menengok kampung tempe surabaya.

menengok Kampung Tempe Surabaya

Sponsor – cream pemutih wajah

Bagi masyarakat Indonesia, tempe merupakan salah satu makanan yang tidak asing lagi. Olahan berbahan dasar kacang kedelai yang difermentasikan ini tidak hanya menjadi makanan sehari-hari namun juga termasuk salah satu budaya masyarakat Indonesia. Pamornya tidak hanya dikalangan lokal namun juga internasional. Bahkan di London, tempe termasuk makanan yang mewah dan berharga mahal dengan banderol mencapai Rp 255.000,- per potongnya. Harga yang sangat mahal sekali bagi kita, yang mana di negara kita, tempe hanya di banderol hanya beberapa ribu rupiah saja, namun di luar negeri dapat dibanderol berkali-kali lipat harganya. Meskipun mahal namun tempe di luar negeri sangat laris manis lho. Karena di luar negeri banyak yang menerapkan pola hidup vegetarian, dan tempe manjadi salah satu makanan favorit para vegetarian di luar negeri. Oleh karena itu berbisnis tempe di luar negeri sangat menguntungkan sekali.

Sebagai negeri asal makanan tempe ini, tentu tidak sulit menemukan rumah-rumah produksi tempe. Namun bagaimana bila satu kampung merupakan para produsen tempe? Anda bisa menemukannya di Kota Pahlawan, Surabaya. kawasan Tenggilis, Surabaya, telah lama dikenal oleh masyarakat sebagai pusat produksi tempe. Hampir seluruh warga di Tenggilis bermata pencaharian memproduksi tempe. Setidaknya terdapat 30 produsen tempe yang telah terdaftar sebagai binaan Dinas Perdagangan kota Surabaya.

Sebenarnya, kampung tempe ini telah berdiri sudah sangat lama sekali. bahkan saat ini, para produsen tempe di kampung ini merupakan generasi penerus produsen tempe sebelumnya. Bahkan ada salah satu produsen tempe yang telah berdiri sejak tahun 1970an. Mulai dari mengelola tempe dengan cara tradisional hingga kini telah ditemukan beragam inovasi dalam pengelolaan tempe. Mengingat lama berdirinya kampung tempe ini, wajar bila masyarakat Surabaya khususnya, sudah kenal betul dengan kampung tempe ini. Dengan lamanya berdiri kampung tempe ini hingga lintas generasi maka tidak perlu diragukan lagi kualitas dari tempe yang sudah teruji hingga lintas generasi ini. Pengerjaannya yang masih menggunakan tangan ini pun membuat tempe ini lebih terjaga kualitas rasanya. Tidak heran mengapa hingga saat ini kampung tempe masih tetap bisa survive.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pun memberikan perhatian yang besar terhadap keberlangsungan kegiatan produksi di kampung tempe ini. Berbagai bentuk pembinaan serta pelatihan telah dilakukan oleh Pemkot Surabaya melalui Dinas Perdagangan Kota Surabaya. Dan hasil yang dicapai pun sangat signifikan. Mulai dari faktor kebersihan, berkat pembinaan dan penyuluhan yang dilakukan oleh disperdag, para produsen tempe yang dulu mencuci kacang kedelainya di sungai kini telah beralih menggunakan air yang bersih. Begitu juga degan ragam tempe yang dijual, bila dulu para produsen tempe di kampung tempe ini hanya menjual tempe mentah saja sebagai satu-satunya komoditas mereka, kini dengan memanfaatkan tempe sisa yang tidak terjual kemudian diolah menjadi kripik tempe yang sangat nikmat. Ragam produk olahan tempe ini membuat masyarakat semakin tertarik untuk mengkonsumsi tempe, dengan demikian omzet pendapatan para produsen tempe di kampung ini akan meningkat.

Nama kampung tempe yang telah melangang buana di Surabaya dan sekitarnya membuat para produsen tempe tidak mengalami kesulitan yang berarti dalam memasarkan produknya. Mereka telah memiliki pelanggan atau distributor tetap yang akan membeli produk tempe mereka. Untuk itu jangan harap anda bisa membeli tempe secara eceran di kampung tempe ini. Anda bisa membelinya di pasar-pasar di seluruh Surabaya, karena produksi tempe kampung tempe ini tersebar di berbagai pasar di Surabaya.

Berjalan-jalan di kampung tempe surabaya anda juga bisa mengetahui bagaiamana proses pembuatan tempa. Anda bisa belajar membuat tempa langsung dari ahlinya. Disinilah nilai plus dari perjalanan yang kita lakukan. Bahwa perjalanan kita bukan hanya untuk mencari kesenangan belaka, namun kita juga mendapatkan ilmu pengetahuan baru tentang bagaimana proses pembuatan tempe yang masih dilakukan dengan cara-cara tradisional untuk menjaga cita rasa tempe dari generasi ke generasi.

Dengan demikian kita tidak akan pulang dengan tangan hampa, melainkan kita pulang dengan membawa ole-oleh yang sangat penting bagi kehidupan kita selanjutnya. Selain itu kita juga dapat pulang dengan membawa berbagai oleh-oleh olahan tempe, mulai dari tempe mentah, hingga berbagai jenis makanan olahan tempe siap makan seperti keripik tempe. Itulah sekilas petualangan kita di kampung tempe surabaya.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top