Tips & Trik Parent

Tips Sukses Mengasuh Anak Bagi Single Dad

Tips Sukses Mengasuh Anak Bagi Single Dad

Setiap keluarga pasti tidak menginginkan peran menjad single parent. Terlebih jika harus mengemban tugas berat seperti bekerja dan mendidik anak. Begitupun yang dirasakan oleh seorang single dad, dimana ia akan merasa kesulitan untuk bisa menyeimbangkan antara pekerjaan kantor dengan mengurus rumah seorang diri. Tak ada pasangan untuk bisa berbagi tanggung jawab, membuat seorang single dad tak bisa membuat keputusan. Disamping harus mendidik anak-anaknya juga kesendirian karena tidak ada pasangan.

Sponsor : cream perawatan wajah

Kurangnya figur seorang wanita dalam rumah bisa membuat seorang ayah menjadi sangat lelah karena kesibukan dan rutinitas yang menguras tenaga dan emosi. Bahkan kadang sulitnya membagi waktu untuk anak dan pekerjaan menjadi beban tersendiri bagi single dad. Untuk mengatasi rasa kecemasan tersabut, tips sukses mengasuh anak bagi single dad berikut bisa Anda terapkan.

1. Atur keuangan rumah tangga

Mengatur urusan keuangan rumah tangan biasanya dilakukan oleh seorang ibu. Namun jika yang berperan adalah single dad maka ia harus mampu mengambil alih pekerjaan tanggung jawab tersebut. Untuk itu pelajari bagaimana cara merancang anggaran keuangan mingguan atau bulanan. Sisihkan pemasukan Anda untuk kebutuhan harian, uang sekolah, tagihan listrik dan air, uang makan atau biaya transportasi. Buat pula rencana jangka panjang misalnya dana untuk kuliah atau dana pensiun. Jika memungkinkan Anda bisa melakukan usaha terbaik untuk menambah pemasukan seperti investasi atau usaha.

2. Gunakan bala bantuan

Seorang single dad tentunya kesulita di awal dalam mengurus rumah tangga termasuk anak. Terutama sosok ayah yang baru pertama kali mengambil peran ganda dalam rumah. Meski bisa melakukan segalanya, tetapi tidak ada salahnya Anda meminta bantuan orang lain misalnya orang tua untuk mengasuh anak ketika Anda kerja. Contoh lain adalah ketika anak perempuan menginginkan sosok wanita dalam hidupnya maka jelas ia akan sulit berdiskusi pada ayah soal kehidupan remajanya. Selain meminta pada kakek nenek, Anda bisa meminta bantuan pada guru, rekan kerja atau tetangga.

3. Buat rutinitas harian

Menjadi single dad mengharuskan bisa membagi antara kesibukan kantor dengan mengurus lingkungan rumah. Tugas cuci atau membersihkan rumah mungkin jadi pekerjaan yang asing bagi sebagian besar ayah, meskipun ada yang terbiasa melakukannya. Tetapi jika Anda merasa kesulitan menyesuaikan diri, menyewa pengasuh atau asisten rumah tangga bisa menjadi pilihan. Namun jika Anda ingin berhemat maka bisa membagi waktu dengan menjadwal tugas harian secara teratur seperti waktu tidur, sarapan, jam makan, waktu menjemput anak, dan sebagainya.

4. Tetap disiplin

Semakin bertambahnya usia anak, maka ia pun akan tumbuh dengan cepat. Anak juga akan semakin mengerti tentang perilaku atau kehidupan yang dialami oleh orang tuannya. Terlebih bila tak ada sosok ibu sepanjang hidupnya. Agar anak bisa menjadi pribadi yang kuat, tanggap, matang maka perlu membuat peraturan yang harus mereka patuhi. Buat peraturan mana yang sebaiknya dilakukan dan mana yang harus dihindari. Jangan lupa untuk konsisten dalam membuat aturan serta buat kesepakatan bersapa tentang hukuman apabila anak melanggarnya. Yang paling penting adalah membangun rasa tanggung jawab anak akan membantunya menjadi remaja yang mandiri dan memiliki nilai-nilai kebaikan yang tertanam sejak kecil. Sosok ayah adalah panutan bagaimana anak menjadi peibadi yang kuat dimasa mendatang.

5. Luangkan waktu bersama

Tak ada yang melarang Anda untuk bekerja keras demi menghidupi anak. Meskipun disibukkan oleh segudang aktifitas seperti kerja dan mengurus pekerjaan rumah, namun masih ada cara untuk meluangkan waktu sejenak demi bermain bersama anak. Saat usianya masih kecil, Anda bisa meluangkan cukup waktu sambil mengajarkannya mandiri misalnya bercerita ketika anak akan tidur, mengajaknya pergi ke taman atau mall, menonton film, atau membuat jadwal kumpul bersama lainnya. Siapkan pula waktu untuk diri Anda sendiri meski hanya sekedar santai atau minun teh bersama orang lain. Hal ini akan membantu menghindarkan Anda dari stress dan kelelahan sepanjang hari.

6. Terbuka dengan anak

Akan banyak pertanyaan yang terlontar dimulut sanga anak tentang keluarganya dan perubahan dalam hidupnya dimana tak ada sosok ibu dalam kesehariannya. Jadi buatlah jawaban atas pertanyaan anak secara jujur dengan kalimat yang sederhana sehingga anak bisa mengerti apa yang Anda terangkan. Pastikan anak mendapat dukungan dan bantuan agar melatih emosinya dalam menghadapi kesulitan. Tak ada cara yang bisa Anda terangkan selain menjawab dengan jujur keadaan yang sesungguhnya. Contohnya bila Anda dan pasangan perpisah karena perceraian atau karena ditinggal untuk selamanya. Paling utama adalah mendengarkan apa yang anak katakan. Menjaga hubungan komunikasi adalah jalan terbaik dalam membangun keharmonisan dan sikap saling terbuka akan membuat anak mudah menerima keadaan tanpa merasa terhakimi.

7. Jangan jadikan anak teman curhat

Menjadi seorang single dad berarti Anda sudah siap untuk hidup seorang diri tanpa pasangan. Jadi, bersikaplah seperti seorang pria yang kuat tanpa merasa tergantung pada anak. Sebab anak tidak memiliki kemampuan untuk dapat mengerti perasaan, atau pengalaman hidup menjadi orang dewasa. Belajarlah untuk tetap menjadi sosok ayah yang tegas dengan penuh kasih sayang dan lembut pada buah hati.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top