Relationship

Tips Siap Menikah Muda Dengan Pasangan Anda

Tips Siap Menikah Muda

Tips Siap Menikah Muda

Mendengar kata menikah muda pada wanita, pasti tradisi dan fenomena ini banyak terjadi di Indonesia. Seiring dengan perkembangan jaman, tradisi dan kebiasaan dalam usia pernikahan wanita sedikit demi sedikit mengalami pergeseran. Banyak alasan yang mendorong terjadinya perubahan ini dilihat dari sisi kaca mata wanita. Banyak hal yang “katanya” harus dilakukan daripada harus sekedar nikah di usia muda. Beberapa alasan di antaranya adalah harus punya karier bagus dulu, menyelesaikan kuliah S-2 dulu, punya mobil dulu, punya rumah dulu dan banyak lagi alasan lainnya. Namun dari berbagai alasan tersebut, kami mempunyai tips siap untuk menikah muda.

Perubahan dan perkembangan jaman menyebabkan terjadinya perubahan pola pikir dan budaya yang berkembang di masyarakat pada umumnya. Termasuk juga perubahan cara berpikir dengan wanita itu sendiri. Dahulu mungkin wanita jarang yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi. Dahulu juga wanita hanya banyak berkecimpung dalam urusan domestik, hanya mengurusi urusan rumah tangga. Bahkan, dahulu ada beberapa orang yang mengatakan pendapatnya “ngapain sih sekolah tinggi-tinggi, kalau perempuan pada akhirnya ngurus yang di dapur juga?”. Dengan seiring perkembangan jaman, wanita semakin “berpendidikan”. Dengan alasan ingin mengaplikasikan ilmu dan usia muda yang dimiliki, mereka ingin mempunyai karier yang bagus dan memiliki penghasilan yang besar, sehingga sampai terkadang sering enjoy dengan pekerjaan, dan meletakkan urusan menikah di nomer sekian dari prioritasnya. Alasan lainnya, wanita enggan nikah muda karena ingin merasa bebas sebelum nantinya menanggung banyak tanggungan rumah tangga suatu saat nanti. Memang, dengan berumah tangga, tanggung jawab wanita akan bertambah, mengurus seabreg urusan domestik yang pekerjaannya terus berkelanjutan. Selesai mengerjakan yang satu, yang kedua udah menunggu, urusan yang ketiga sudah antri, besoknya mengerjakan hal yang sama lagi, dan seterusnya. Tapi apakah memang harus seperti itu?

Harusnya juga tidak seperti itu sepenuhnya. Menikah, mempunyai hubungan komitmen dengan seseorang yang dicintai memang punya tanggung jawab yang berbeda dengan saat seorang wanita tersebut masih lajang. Peran sebagai istri harus bisa diimbangi oleh peran suami juga. Perlu ada komunikasi dua arah yang baik untuk membicarakan banyak hal yang berhubungan dengan urusan dan tanggung jawab dalam rumah tangga. Wanita masih bisa melakukan aktivitas di luar, bukan hanya mengurusi pekerjaan rumah tangga, tetapi tetap bertanggung jawab terhadap suami dan anak, jika sudah dianugerahi. Menikah muda sebenarnya tidak menghalangi wanita untuk berprestasi, asalkan dilandasi dengan pemikiran yang matang dan ketenangan emosi. Menikah muda memang biasanya identik dengan perasaan yang menggebu-gebu dan emosi yang labil. Tapi semua itu bisa diminimalisir dengan belajar mengendalikan diri, komunikasi dengan pasangan dengan baik, serta dilandasi dengan prinsip agama yang baik. Wanita yang baik membutuhkan pria yang baik untuk mendampinginya. Menemukan pasangan yang klik, mau untuk bertoleransi, membangun komunikasi, serta mempunyai kepribadian agama yang baik adalah sesuatu yang dibutuhkan wanita. Memang, tidak ada satupun manusia yang sempurna. Tapi wanita harus belajar mengenali dan membuat komitmen sebelum ke jenjang pernikahan yang lebih serius. Jadi, wanita jangan salah pilih seorang suami. Jangan cuma pilih ganteng wajahnya, pilihlah yang baik hatinya dan bagus agamanya. Menikah muda bisa menjadi keputusan yang tepat, tentunya dengan pasangan yang tepat, dan tetap punya rasa tanggung jawab.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top