Inspiration

Tips Mengelola Keuangan Bulanan Bagi Bujangan

“Hati senang walaupun tak punya uang…” begitulah penggalan lagu koes plus yang berjudul bujangan. Bujangan kerapkali diidentikkan dengan kekurangan uang. Kondisi tanpa pasangan dan hidup pas-pasan. Namu rupanya kondisi bujangan dahulu dan jaman sekarang sangatlah berbeda. Bila dahulu bujangan tidak punya pasangan dan tidak punya uang. Bujangan di masa sekarang banyak yang sudah punya pacar dan banyak uang. Maaf, bukan maksud menyinggung yang jomblo ya… dibandingkan dengan yang sudah menikah memang masa bujangan adalah masa dimana pemasukan kita walaupun UMR namun terasa sangat banyak sekali. hal ini tentu karena kebutuhan pengeluaran kita tiap bulan hanya untuk diri kita seorang saja. Tidak ada tanggung jawab menghidupi anak dan istri. Namun pada kenyataannya kenapa masih saja ada bujangan ketika menikah malah kekurangan uang? Nah ini akibat dari buruknya pengelolaan uang bulanan bagi bujangan. Untuk itu anda sebagai bujangan harus membaca tips mengelola keuangan bulanan agar di masa depan anda tidak akan menyesal.

Tips mengelola keuangan bulanan

Sponsor pemutih wajah

Bagi seorang bujangan yang baru saja bekerja, digaji UMR sudah lebih dari cukup untuk kehidupan sehari-hari. Karena di masa ini ia belum memiliki tanggungan istri maupun anak. Tentunya sisa dari uang bulanan masih cukup banyak. Disinilah banyak setan bermain pada manusia. Godaan-godaan akan datang bergantian. Ada yang mengajak nongkrong di cafe, ada yang mengajak naik gunung, ada yang mengajak membeli sepatu terbaru meskipun sepatu lama masih layak digunakan. Apabila bujangan tidak bijak maka ia pasti akan terjerat bujuk rayu setan tak berwujud ini. Barulah ketika sang kekasih meminta untuk dihalalkan, bujangan akan kelimpungan karena uang yang selama ini diperoleh rupanya tak lagi berwujud. Semua berubah menjadi kenangan nongkrong di cafe dengan teman, naik gunung atau barang-barang lain yang tentunya tidak bisa ditukarkan dengan katering pernikahan.

Padahal biaya pernikahan itu tidaklah sedikit, hanya untuk resepsi pernikahan saja bisa membutuhkan uang 50 – 60 juta rupiah. Belum lagi untuk membeli rumah setelah menikah. Tidak mungkin kan selamanya istri diajak tinggal berdua di kost. Untuk rumah harganya pun makin lama bukannya makin murah. Kalau sudah begitu apa yang akan dilakukan si bujangan? Mencari seribu alasan untuk menunda pernikahan. So jangan salahkan kalau nanti si cewek akan dipersunting pria lain yang lebih mapan.

Untuk itu, para bujangan harus pandai-pandai mengatur keuangan bulanannya bila tidak ingin menyesal di kemudian hari. Sebenarnya mengelola keuangan bulana bukanlah hal yang sulit. Anda hanya perlu membagi gaji bulanan anda menjadi beberapa pos kebutuhan, antara lain:

  1. Alokasikan 20% dari gaji untuk kebutuhan hidup sehari-hari

Untuk kebutuhan makan sehari-hari alokasikan 20% dari gaji. Bila gaji anda 3 juta maka alokasi untuk makan adalah 600 ribu. Terdengar sulit ya? Di masa bujangan ini jangan terlalu banyak anda menghabiskan uang untuk pemenuan hasrat kuliner di cafe-cafe mahal ala-ala anak artis. Biaya 600 ribu untuk makan selama 30 hari akan cukup apabila anda memasaknya sendiri. Untuk nasi bisa menggunakan magic jar sehingga lebih praktis. Untuk lauk akan lebih hemat bila anda membeli bahan masakan dan memasaknya sndiri. Namun apabila anda tidak bisa memasak lauk, anda bisa membeli lauk di warung. Lauknya saja bukan dengan nasinya. Belilah lauk yang sederhana, yang penting sehat.

  1. Alokasikan 10% dari gaji untuk biaya kost

Bila anda tinggal di kost, maka 10% dari gaji anda bisa dialokasikan untuk biaya kost bulanan. Anda tidak perlu menyewa kost yang besar, fasilitas mewah dengan AC, shower, pemanas air dan lain sebagainya. cukup kost yang biasa saja yang penting nyaman untuk ditinggali. Dengan demikian anda bisa menghemat biaya untuk kost setiap bulannya. Namun apabila anda tidak tinggal di kost melainkan di rumah, uang 10% dari gaji ini bisa anda berikan kepada orang tua, ya hitung-hitung sebagai ongkos tinggal di rumah dan juga membuat orang tua senang.

  1. Alokasikan 10% dari gaji untuk pulsa dan transport

Untuk transportasi dan pulsa cukup gunakan 10% dari gaji bulanan. Tidak perlu anda menggunakan mobil. Toh hanya berisikan anda seorang. Cukup menggunakan motor untuk berangkat kerja. Bahkan akan lebih baik lagi bila menggunakan sepeda angin. Selain hemat, gowes juga terbukti bisa menyehatkan badan. Apalagi diusia anda, olahraga sangat lah penting sekali. agar di masa tua anda tetap bugar dan prima.

  1. Alokasikan 5% untuk menraktir teman

Alokasikan pula 5% dari gaji untuk mentraktir teman. Bagi anda yang masih berfikiran hal ini tidak perlu, maka anda perlu berfikir kembali. Mentraktir teman sama saja kita sedang berinvestasi. Dengan bersikap baik kepada teman kita akan memiliki banyak relasi yang akan sangat berguna di masa depan. Bisa saja relasi tersebut yang akan menyelamatkan bisnis kita, atau yang memberikan kita lonjakan karir yang tinggi. Namun tentu saja, anda harus selektif mentraktir teman. Traktirlah teman yang memang memiliki potensi untuk bisa sukses di masa yang akan datang. Kalau yang anda traktir adalah pengangguran, itu namanya bukan berinvestasi, namun berinfaq. Hehe…

  1. Alokasikan 15% untuk refreshing dan pengembangan diri

Refreshing juga perlu, anda cukup menggunakan 15% dari gaji anda untuk refreshing dan juga pengembangan diri. Anda bisa membeli buku yang akan memperkaya wawasan serta keahlian anda. Ingat pengembangan diri wajib dilakukan untuk peningkatan karir jangka panjang. Untuk itu anggarkanlah pengembangan diri misal untuk kursus atau sekadar membeli buku.

  1. Sisanya masukkan dalam tabungan, tabungan ini bisa untuk pernikahan maupun pembelian rumah. Selain tabungan anda juga bisa menggunakan instrumen deposito untuk menyimpan uang anda dalam jangka waktu tertentu.
0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top