Tips & Trik Parent

Tips Mengatasi Anak Hiperaktif

Memiliki anak yang hiperaktif memang memerlukan perhatian yang lebih khusus dari orang tua. Anak yang hiperaktif cenderung lebih suka bergerak, bermain, berbicara dan melakukan hal lainnya seolah tanpa lelah. Tentu saja wajar jika orang tua terkadang merasa sedikit jengkel karena kelelahan menemani anaknya. Namun, perlu diingat bahwa anak yang hiperaktif bukan sosok yang menyebalkan. Mereka hanyalah anak-anak yang ekspresif terhadap segala sesuatu. Nah, anak hiperaktif ini juga disebut dengan istilah ADHD atau affection deficit hyperactivity disorder. Belum diketahui secara pasti apa penyebab dari anak hiperaktif ini. Namun, diyakini hal ini sebagai reaksi atas perkembangan otak yang tidak semestinya dan pengaruh dari lingkungan terutama lingkungan keluarga. Seorang anak hiperaktif cenderung susah untuk fokus pada salah satu hal terutama saat mulai masuk usia sekolah. Tentu, sebagai orang tua, Anda harus berperan aktif mendampingi anak Anda yang hiperaktif. Lantas, bagaimana tips mengatasi anak hiperaktif agar mereka dapat berkembang sebagaimana mestinya? Simak beberapa ulasan singkat di bawah ini.

Tips Mengatasi Anak Hiperaktif.2

Sponsor : cream perawatan wajah

  1. Atur pola tidur anak

Hal pertama yang wajib diperhatikan oleh orang tua untuk mengatasi anaknya yang hiperaktif adalah dengan mengatur pola tidur anak. Salah satu ciri dari anak yang hiperaktif adalah ia seolah tidak memiliki rasa lelah yang berdampak pada kurangnya jam tidur serta tidak teraturnya pola tidur siang maupun tidur malam. Nah, sebagai orang tua, perlu bagi Anda untuk sedini mungkin mengatur pola tidur anak Anda. Usahakan untuk memiliki jam tidur khusus untuk anak Anda di siang hari ataupun malam hari dan laksanakan dengan sangat tertib. Hal ini tentu penting untuk membiasakan anak beristirahat dari aktivitasnya. Tidur yang cukup dan teratur juga lebih baik untuk memaksimalkan perkembangan otak si kecil.

  1. Dorong anak lakukan hal positif

Kita tahu bahwa seorang anak yang hiperaktif akan memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Mereka senantiasa akan mencoba dan menemukan hal baru untuk menjawab rasa penasarannya. Nah, oleh karena itu, sebagai orang tua, Anda harus senantiasa mengarahkan rasa ingin tahu anak Anda pada hal yang positif. Dengan diarahkan pada hal-hal yang lebih positif, tentu aktivitas anak Anda tidak terbatas hanya pada bermain saja. Beberapa contoh hal positif yang bisa diajarkan untuk anak yang hiperaktif adalah membantu membersihkan rumah, menata mainan, membantu mamasak, dan yang lainnya. Lakukan dengan tetap mengedepankan pendekatan sesuai umur anak Anda.

  1. Beri penghargaan pada anak

Penghargaan bagi seorang anak adalah hal yang sangat penting, begitu pula untuk anak yang hiperaktif. Anak yang hiperaktif cenderung suka melakukan beragam aktivitas dan jarang bisa fokus pada salah satu hal saja. Nah, Anda tidak bisa begitu saja menyalahkan anak Anda karena perilakunya ini. Jika anak Anda secara inisiatif melakukan salah satu kebaikan, seperti merapikan tempat tidur sendiri, misalnya, maka berilah penghargaan untuknya. Anda bisa membelikan mainan baru atau memasak makanan kesukaannya. Penghargaan ini akan membuat anak Anda termotivasi untuk melakukan hal yang baik dan juga mulai belajar fokus melakukan apa yang seharusnya ia lakukan. Namun, berilah penghargaan tetap dalam batasan yang wajar agar anak tidak termotivasi hanya untuk mendapatkan penghargaan saja.

  1. Ajak anak untuk berolahraga

Tidak salah Anda mengajak anak Anda yang hiperaktif untuk berolahraga. Olahraga merupakan salah satu ide terbaik untuk menyalurkan energy dari anak Anda ke dalam hal yang positif. Kita tentu tahu bahwa anak hiperaktif selalu ingin bergerak. Kenapa tidak diarahkan untuk berolahraga saja? Ajak anak Anda mengenal beragam jenis olahraga sesuai umur mereka, seperti lari, senam, bermain sepak bola, dan lainnya. Olahraga yang dilakukan tentu bisa berdampak positif untuk kesehatan anak Anda. Selain itu, Anda juga bisa belajar mengenal bakat dan minat anak Anda pada olahraga. Jika anak sudah mulai menemukan ketertarikan dalam bidang olahraga, maka ia akan cenderung lebih mudah untuk diarahkan.

  1. Konsultasi ke psikiater

Tips terakhir yang sebaiknya Anda lakukan untuk mengatasi anak yang hiperaktif adalah berkonsultasi ke psikiater. Cara ini adalah cara pamungkas jika beberapa cara untuk mengatasi anak hiperaktif di poin sebelumnya ternyata tidak memberikan efek yang positif. Tentu, psikiater memiliki kemampuan yang lebih untuk menenangkan anak Anda yang hiperaktif. Biasanya, seorang psikiater akan memberikan beberapa terapi untuk mengurangi gejala hiperaktif yang tumbuh. Memang, Anda perlu melakukan terapi ini secara teratur untuk hasil yang maksimal. Jika memang diperlukan, tidak ada salahnya Anda mencoba cara ini demi kebaikan anak Anda sendiri.

Beberapa tips di atas dapat digunakan untuk mengatasi anak yang hiperaktif. Anak yang hiperaktif memang tergolong lebih susah di atur karena ia ingin selalu bergerak dan melakukan beragam hal. Oleh karena itu, pendampingan orang tua sejak dini merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Sayangi anak Anda dan perlihatkan rasa kasih sayang Anda kepadanya. Dengan begitu, anak yang hiperaktif akan merasa nyaman dan cenderung lebih menurut kepada Anda. Anak yang hiperaktif memiliki potensi yang besar untuk meluapkan tenaga yang dimilikinya. Jadi, arahkan anak Anda dengan hal-hal yang bermanfaat.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top
$(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });