Inspiration

Tiga Sosok Pengusaha yang Menginspirasi Kita Semua

Profesi pengusaha rasanya lebih menjanjikan untuk menjamin hari tua yang tentram—tanpa perlu memikirkan pendapatan. Belakangan ini orang mulai melirik dunia usaha ketimbang menjadi karyawan suatu perusahaan. Mungkin selain alasan jaminan hari tua, bagi orang-orang tertentu menjadi karyawan sama dengan tergantung pada orang lain. Belum lagi jika harus terkena PHK, pendapatan berasal dari mana? Cari kerjaan pun sulit. Tidak ada salahnya kalau ingin menjadi pengusaha. Kita bisa belajar dari sosok pengusaha yang menginspirasi ini.

sosok pengusaha yang menginspirasi

Sponsor: kezia skin expert

Kesuksesan bisnis mereka bukan tanpa proses. Kesulitan finansial, kerugian, minim modal, bangkrut telah dialami. Mereka harus mau mulai dari nol, lalu melewati jalan panjang dan berliku sebelum akhirnya meraih kesuksesan seperti serakang. Jatuh bangun tidak mungkin mampu dilewati tanpa semangat, kerja keras, rasa ambisius beserta keoptimisan. Sosok dari pengusaha berikut sudah menanamkan moral tersebut.

  1. Bob Sadino

Bob Sadino, mendiang pengusaha yang mempunyai nama lengkap Bambang Mustari Sadino ini termasuk salah satu pengusaha sukses di tanah air. Pria berkelahiran 9 Maret 1939 di Lampung, sempat mengalami jatuh-bangun. Beliau berhasil melewatinya hingga akhirnya mampu menorehkan kesuksesan besar, seperti yang kita kenal sekarang.

Sebelum banting setir menjadi pengusaha, Bob pernah menjadi pegawai selama Sembilan tahun. Namun pada akhirnya belilau memutuskan. Tidak diketahui pasti alasannya, tetapi sepertinya keputusannya tersebut tepat. Walaupun memang masa awal terasa sulit. Hanya bermodalkan satu unit mobil Mercedes, Bob Sadion merintis usaha penyewaan mobil. Inilah bisnis pertamanya. Saat itu hanya seorang diri, sehingga Bob sendiri yang menjadi supir.

Seperti ungkapan sebelumnya, kesuksesan tidak mungkin tanpa masalah. Bisnis penyewaan mobilnya harus berhenti di tengah jalan karena mobil yang disewakan ke orang lain mengalami kecelakaan. Apa beliau putus asa? Tentu tidak. Bob tidak putus semangat begitu saja. Beliau kembali mengumpulkan modal dengan beralih profesi sebagai buruh bangunan. Mungkin karena insting binis beliau tajam, saat menjadi kuli tersebut, Bob melihat adanya peluang bisnis lain yakni usaha ternak ayam dan telur ayam negeri.

Sebab belum cukup modal, beliau meminjam tetangganya sebagai modal. Akhirnya Bob mulai menjalankan bisnis tersebut. Bob menawarkan sendiri dagangannya dari rumah ke rumah, di daerah sekitar tempat tinggalnya. Berkat kerja keras, bisnis telurnya tersebut berbuah manis. Beliau berhasil mengembangkan sayap usahanya dengan menjual daging dan sayuran hidoponik. Kegigihannya membuat bisnis tersebut kian sukses sampai akhirya Bob mendirikan Kem-Chicks, sebuah supermarket ternama yang menjual berbagai macam produk peternakan dan pertanian.

Tetapi yang menarik dari sosok Bob Sadino bukan cuma kegigihan dan keuletannya, melainkan juga kesederhanaannya. Meski sudah mencapai kesuksesan, beliau tetap tampil sederhana, bahkan kerap kali melayani sendiri para pelanggannya seperti keluarganya sendiri.

  1. Susi Pudjiastuti

Anda pasti mengenal wanita kelahiran 1965 ini. Ialah Menteri Kelautan dan Perikanan RI di bawah Presiden Jokowi. Beliau terkenal sebagai sosok menteri yang berani dan tegas. Susi, walaupun seorang wanita, tidak pernah takut dengan orang-orang yang melanggar peraturan mengenai kelautan. Tahukah anda bila Susi adalah seorang pengusaha?

Ya, beliau adalah pengusaha di bidang perikanan dan maskapai penerbangan. Lebih menarik lagi, bahkan pengusaha sukses ini hanya tamatan SMP. Keberhasilannya kini sudah barang tentu mengalami perjalanan hidup yang keras dan berliku. Barangkali inilah mengapa wanita ini berkepribadian tegas.

Keputusanya untuk berhenti sekolah sebelum lulus SMA, bukan tanpa sebab. Susi ingin memulai usaha sebagai pedagang pakaian dan bed cover. Tak lama menggeluti bisnis perdagangan sandang, Susi beralih ke usaha perikanan setelah melihat potensi wilayah tempat tinggalnya, Pangandaran. Beliau memilih menjadi penghasil ikan.

Dengan modal Rp750 ribu hasil dari menjual perhiasannya, Susi  membeli ikan dari tempat pelelangan, kemudian memasarkannya ke sejumlah restoran. Bisnisnya sempat tersendat beberapa waktu, Namun akhirnya berhasil menguasai bursa pelelangan ikan di Pangandaran. Bisnisnya semakin melejit dengan  merambah ke ekspor ikan dan lobster.

Dalam perjalanannya beliau membeli sebuah pesawat untuk mengatasi masalah pengiriman ikan yang lambat apabila lewat darat atau laut. Pembelian pesawatnya berkembang menjadi armada maskapai penerbangan Susi Air yang melayani rute pedalaman dan carter. Dari sinilah bisnis maskapai penerbangan Susi dimulai.

  1. Sunny Kamengmau

Mungkin anda jarang mengenal nama Sunny Kamengmau. Namun karyanya dikenal, bahkan mendunia. Cobalah anda cari mengenai tas Robita. Tas Robita merupakan tas yang begitu populer di Jepang. Tas tersebut menjadi idaman semua kalangan sosialita di negara sakura. Dan, orang yang berada di balik ketenaran tas merek Robita ini adalah Sunny Kamengmau.

Adalah pemuda asal Nusa Tenggara Timur, yang tak pernah lulus SMA. Eits, anda jangan meremehkan dulu. Meskipun tidak pernah lulus SMA, ia menjadi pengusaha sukses sekarang. Sunny mengawali bisnisnya hanya bermodal nekat. Ia nekat meninggalkan kampung halamannya untuk merantau ke Bali. Di sana ia bekerja sebagai tukang sapu di sebuah hotel. Selang beberapa lama, karena dianggap mempunyai etos kerja bagus, Sunny diangkat menjadi satpam karena dianggap memiliki etos kerja yang bagus.

Gaji pertamanya ia sisihkan untuk membeli kamus dua bahasa asing tersebut dan mempelajarinya dengan tekun. Semenjak itu Sunny memanfaatkan waktu untuk belajar bahasa Inggris dan Jepang. Hasil dari belajarnya ia berkenalan dengan seorang pengusaha asal Jepang dan bekerja sama dengannya. Sunny menjadi pemasok tas kulit ke Negara Jepang

Usahsanya tidak berjalan mulus, bahkan harus rela terseok-terseok. Sebab ia kehilangan hampir semua penjahit tas yang bekerja untuknya. Tapi ia perlahan bangkit hingga bisnis tasnya kian maju sampai mampu memperkerjakan 100 orang karyawan.

Dari kisah tiga pengusaha di atas, dapat kita ambil pelajaran bahwa terpenting adalah moral dan etos kerja yang baik. Beberapa di antara mereka tak lulus sarjana, tapi tetap sukses. Sebab mereka punya kualitas dari segi perilaku. Mereka gigih, ulet, dan kerja keras. Siapa saja dapat seperti mereka, termasuk diri anda.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top