Info Kedokteran

Postpartum Depression, Tanda Depresi Pasca Persalinan

 Postpartum Depression, Tanda Depresi Pasca Persalinan

Tentang Postpartum Depression, bagaimana cara mengetahui seseorang mengalami tanda depresi pasca persalinan beserta langkah yang harus dilakukan agar mampu mengatasinya? Perempuan yang baru melahirkan bayinya, respon positif yang akan dialami untuk pertama kalinya sudah pasti rasa senang bercampur bahagian akan kehadiran anggota barunya. Kebahagian baru pun akan tumbuh seiring berjalannya waktu mengurus sang buah hati. Namun kenyataannya, tidak semua kebahagian tersebut bisa dirasakan oleh mereka yang tengah mengalami depresi usai persalinan atau biasa disebut dengan gangguan Postpartum atau baby blues.

Postpartum Depression, Tanda Depresi Pasca Persalinan

Sponsor: dr rochelle skin expert

Kondisi ini sudah biasa dialami oleh ibu muda yang baru pertana kali memiliki anak. Beberapa kasus beby blues paling parah bisa mengalami postpartum depression.

Perbedaan Baby Blues dan Depresi Postpartum

Postpartum Depression, Tanda Depresi Pasca Persalinan

Depresi setelah melahirkan bisa terjadi pada 50% wanita dan dianggap kondisi normal. Disaat tubuh baru saja melewati perubahan fisik dan emosi selama sembilan bulan mengandung, maka bisa berdampak pada kondisi setelah melahirkan. Yang harus dilakukan adalah menjaga emosi supaya tidak berakibat fatal pada diri sendiri dan orang lain termasuk bayi.

  • Baby blue

Baby blues identik dengan gambaran kondisi ibu mengalami stess dan depresi ringan. Baby blues terjadi karena perubahan hormon. Berbeda dengan depresi postpartum, baby blues hanya muncul selama dua hari setelah persalinan akibat menurunya hormon kehamilan  sehingga mood dan fisik ibu jadi berubah. Puncak baby blues umumnya terjadi selama 4 haru dan akan berkurang selama 2 minggu. Hormon ibu pun akan kembali normal dengan tingkat stres atau depresi yang ringan. Baby blues merupakan postantrum golongan ringan ditandai dengan kondisi mudah marah, menangi, susah makan dan tidur atau sulit berkonsentrasi.

  • Postpartum depression

Berbeda dengan baby blues, penderitanya biasanya mengalami masalah selama 10 hari pertama bahkan hingga setahun. Postpartum depression adalah gangguan emosional ibu pasca persalinan yang ditandai dengan perubahan mood seperti marah, kecemasan, gangguan makan hingga masalah libido. Depresi ini terbilang berat ditandai dengan beberapa gejala serius seperti kondisi cemas, sedih, menangis tiba-tiba, insomsia, sulit menjalankan aktifitas, berfikiran untuk menyakiti diri dan bayinya, merasa tidak berharga, kelihangan energi, lemas dan kelelahan, kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan. Kondisi ini terjadi akibat perubahan suasana hati dan jangan sampai dibiarkan begitu saja.

Bentuk lain postpartum adalah postpartum psychosis lebih dikenal dengan depresi kronis dan 20% dari keseluruhan persalinan adalah chronic depressive syndrome, dimana penderitanya mengalami halusinasi baik pandangan ataupun pendengarannya. Jika sudah melakukan tindakan yang kurang irasional, maka butuh penangan medis yang tepat dan cepat.

Postpartum Depression, Tanda Depresi Pasca Persalinan

Penyebab seseoranag mengalami postpartum depression

Kasus depresi pasca persalinan bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor ini terjadi ketika mental ibu selama kehamilan tertekan. Ada juga akibat masalah hidup seperti pertengkaran dengan orang lain. Keadaan ragu menjelang kehamilan, pernah mengalami depresi sebelumnya, atau karena faktor sosial bisa bereaksi pada saat melahirkan.

Depresi ini harus segera ditangani sebab bisa berdampak hubungan ibu dan bayi saat baru pertama kali lahir. Padahal waktu utama untuk bayi dapat mengenal ibunya untuk pertama kalinya adalah sesaat setelah ia dilahirkan. Jika kondisi depresi usai kelahiran terus berlanjut dalam jangka waktu lama maka bisa menimbulkan masalah baru dalam keluarga. Jadi, dengan mengenali lebih lanjut soal risiko kehamilan dan persalinan harus didukung oleh keluarga terutama suami.

Cara Mengatasi Depresi Postpartum Setelah Melahirkan

Postpartum Depression, Tanda Depresi Pasca Persalinan

1. Jauhi hal-hal yang  horor atau mengerikan

Pengidap postpartum ditandai dengan sikapnya yang begitu emosional, sehingga apa yang ia lihat bisa berpengaruh pada kondisi. Pengidap juga sulit mengontrol pikirannya sehingg mudah sekali terjebak pada imajinasi alias berhalusinasi. Jadi, buatlah pasien memikirkan hal-hal yang indah dan positif supaya tidak muncul hal-hal yang buruk. Jika perlu jangan jauhi tontonan atau bacaan yang berbau horor atau tindakan kriminal dan ganti dengan cerita atau film yang menarik dan menyenangkan. Jika perlu jauhkan diri dari orang-orang negatif, yakni mereka yang hanya bisa menyalahkan.

2. Jangan terlalu mengandalkan tips orang lain

Postpartum Depression, Tanda Depresi Pasca Persalinan

Dukungan orang lain memang penting bagi penderita postpartum. Namun perlu diingat bahwa tidak semua informasi yang diberikan oleh media internet atau majalah bisa membantu. Tips yang diberikan tidak sepenuhnya bisa berhasil pada tiap-tiap orang. Kondisi depresi yang berbeda tentu membutuhkan penangannya yang tepat pula. Jadi jangan terobsesi pada saran atau tips sebelum membuat kondisi makin terpuruk.

  Postpartum Depression, Tanda Depresi Pasca Persalinan

3. Jangan membebani  diri sendiri dengan tugas menumpuk

Padatnya jadwal kegiatan bisa membuat penderita mengalami masalah emosional. Misalnya tugas mengurus anak dan suami atau pekerjaan rumah dan kantor dapat membebani pikiran dan menguras energi. Istirahat dan kurangi jadwal kegiatan adalah lankah terbaik. Jangan sungkan untuk meminta bantuan orang lain, cukupi kebutuhan tidur dan kurangi aktifitas padat.

Terakhir jangan lupa untuk selalu memberikan motivasi dan dukungan agar penderita bisa melewati masa postpartum. Penuhi waktu istirahan, makanan bergizi, dan bila perlu mencari hal-hal seru dan menarik. Apabila kondisi semakin parah dna tidak bisa ditangani, lebih baik cari tenaga bantuan seperti dokter, ahli terapis atau psikolog.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top
$(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });