Inspiration

Perjalanan Karir Marcus Gideon Sang Juara Bulu Tangkis

Bagi para pecinta bulu tangkis, dan terutama anda yang update berita mengenai olah raga ini, pasti mengenal Marcus Fernaldi Gideon. Marcus Gideon dikenal bersama partnernya, Kevin Sanjaya sesudah mendapat kejuaraan di All England dan India. Tak sampai di situ, mereka kemudia kembali mencetak hattrick gelar superseries setelah menjuarai turnamen Malaysia terbuka 2017. Pria kelahiran 9 Maret 1991 ini, seketika namanya menguap di kalangan masyarakat. Keberhasilannya dibanggakan oleh Indonesia. Namun di balik keberhasilan pasti terdapat sebuah perjalanan karir Marcus Gideon sampai kesuksesannya sekarang.

perjalanan karir marcus gideon

Sponsor: cream pemutih wajah

Oleh sebab itu pada kesempatan kali ini akan penulis sampaikan hal-hal mengenai Marcus. Mulai dari profil, biodata, prestasi, hingga kisah sepak terjangnya selama menjadi atlet bulu tangkis untuk Anda. Dengan harapan, apa yang disampaikan di sini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua, khusunya kaum muda supaya tergugah untuk berbuat bagi negeri.

Biodata Lengkap Marcus Fernaldi Gideon

Tanggal lahir: 9 Maret 1991

Tempat lahir : Jakarta, Indonesia

Tinggi : 1.70 m

 Pegangan tangan : Kanan

Asal negara : Indonesia

Rekor bertanding Marcus Fernaldi Gideon

Ranking dunia tertinggi : 8 bersama Markis Kido (23/10/2014)

Ranking dunia saat ini : 11 bersama Kevin Sanjaya Sukamuljo (21/7/2016)

Prestasi Marcus Fernaldi Gideon

  • Juara Prancis Terbuka 2013
  • Medali Perak Singapura 2015 Ganda Putra
  • Medali Emas Singapura 2015 Beregu Putra
  • Medali Perak Piala Thomas Kunshan 2016 Beregu Putra
  • Medali Perunggu Piala Sudirman Dongguan 2015 Beregu Campuran
  • Juara Australia Open 2016
  • Juara India Open 2016
  • Juara China Open 2016

Kisah Sepak Terjangnya

Sejak kecil Marcus Fernaldi Gideon telah berada di lingkungan keluarga yang berhubungan dengan bulu tangkis. Kurniahu, sang ayah adalah atlet bulu tangkis legendaris Indonesia era 1970-1990an. Sang ayah juga menjadi pelatih bulu tangkis dan membentuk sebuah klub bernama PB Tangkas. Dan dari klub tersebut awal karier Marcus dimulai.

Sebagai langkah awal Marcus bermain sebagai pebulu tangkis tunggal. Sebagai permulaan, bisa diilang ia cukup berhasil. Di tahun 2009 Marcus Gideon berhasil meraih juara pertama di salah satu turnamen series di Australia, yaitu Victoria International Series. Kala itu ia mampu menyningkirkan pebulu tangkis tuan rumah, Joe Wu, di babak final.

Setelah berlangsung dua tahun, lebih tepat pada tahun 2011, ia memutuskan untuk berkarier di sektor ganda putra. Keputusan yang dipilihnya tepat. Masih di tahun yang sama, Marcus berhasil meraih gelar perdananya sebagai pemain ganda dalam ajang Singapura Internasional Series. Ia dipasangkan dengan Agripina Prima Rahmanto sewaktu bertanding.

Satu tahun kemudian masih dengan pasangan yang sama, Marcus kembali menyabet gelar juara. Kali ini mereka mampu merebut gelar Iran Fajr Internasional Series. Setelah itu kesuksesan menghampiri Marcus. Karier dia menanjak. Ia digadang-gadang menjadi atlet potensial di Pelatnas Cipayung. Sayangnya karena satu hal,  ada sedikit polemik yang menimpanya.

Saat itu tahun 2013. Sebuah keputusan mengagetkan bahwa Marcus memilih keluar dari Pelatnas Cipayung. Kabarnya karena ia kecewa lantaran bersama Agripina (sang pasangan bermain) tak dibawa tim pelatih untuk mengikuti ajang All England. Tim pelatih dari Pelatnas Cipayung lebih memilih pasangan-pasangan yang peringkatnya di bawah duet mereka berdua.

Seusai keluar dari pelatnas Cipayung, Marcus menjadi pemain “swasta”. Walaupun ia tak lagi menjadi pemain Pelatnas Cipayung, pria yang mempunyai tinggi 167 cm  itu tak lantas berhenti berprestasi. Dia mampu memenangi berbagai gelar dengan menggandeng altet ganda putra ternama, Markis Kido.

Prestasi pertama: pasangan Marcus dan Kido berhasil menjadi kampiun Prancis Terbuka 2013. Mereka menaklukkan pasangan Malaysia, yakni Koo Kien Keat/Tan Boon Heong, di partai final dengan dua gim langsung. Di tahun berikutnya, pasangan Marcus dan Markis kembali menjadi juara. Kali ini di negeri sendiri dengan mengangkat trofi Indonesia Master.

Tahun 2014, berdasar rentetan prestasi yang diperoleh, membuat Marcus kembali dipanggil untuk menjadi anggota di Pelatnas Cipayung. Kebetulan pula salah satu atlet ganda Indonesia, Selvanus Geh, keluar dari Cipayung karena sakit. Marcus menjadikan moment ini sebagai titik balik kariernya.

Prestasi banyak yang ia raih. Karena prestasi tersebut pula yang membuat Marcus disebut sebagai pemain spesialis ganda. Dari segi permainan sendiri ia memiliki kelebihan pada kecepatan menangkas.  Maka dari itu ia dijadikan sebagai pemain belakang untuk meng-cover pemain depan dengan lugas dan memiliki pukulan-pukulan kencang.

Setelah itu ia mendapat pasangan anyar.  Marcus berduet dengan pemain muda Kevin Sanjaya. Bersama Kevin, karier Marcus kian melejit. Duet mereka telah menciptakan banyak gelar. Pada rentang tahun 2015-2016 saja, setidaknya keduanya sudah meraih lima gelar, yakni Taiwan Master, Malaysia Master, India Terbuka, Australis Terbuka, dan China Terbuka. Marcus dan Kevin pun berhasil mencapai peringkat dunia tertinggi sepanjang kariernya, yakni peringkat dua dunia yang mereka raih pada Desember 2016 lalu.

Kini, di usia 27 tahun, Marcus sudah menjadi salah satu atlet andalan Indonesia. Dengan partnernya Kevin, duet mereka menjadi duet ganda putra terbaik Indonesia. Pun harapannya keduanya dapat mengikuti jejak serta melebihi pencapaian kedua eks-pasangan sekaligus seniornya, Markis Kido dan Hendra Setiawan. Atau paling tidak menyamai.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top