Motivation

Perbedaan Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik

Motivasi yakni dorongan atau suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu, (NgalimPurwanto,1998:71). Sementara menurut pendapat imuwan lain adalah suatu tenaga atau faktor yang terdapat di dalam diri manusia, yang menimbulkan, mengarahkan dan mengorganisasikan tingkah lakunya, (Martin Handoko,1992:9). Berdasarkan sumber, terdapat dua jenis motivasi, yaitu motivasi intrinsik dan ekstrinsik.

motivasi intrinsik dan ekstrinsik

Sponsor: kezia skin expert

Motivasi sangat penting bagi setiap individu. Perannya ialah sebagai motif (keinginan) atau juga tujuan dalam berperilaku. Misalnya, kita minum (perilaku) karena ada kebutuhan (motif) rasa haus. Contoh lain, seorang siswa yang bertujuan menjadi juara satu di kelas. Setiap perilaku siswa itu pasti senantiasa diarahkan tujuannya untuk menjadi juara: rajin belajar, berusaha tidak pernah telat mengumpulkan tugas, mengurangi waktu bermain, de-el-el. Nanti akan terlihat berbeda siswa yang memiliki tujuan berprestasi dengan tujuan yang hanya sekedar sekolah. Siswa yang ingin “sekolah saja”, dia hanya datang di kelas dan belajar sekadaranya. Orang yang memiliki tujuan tinggi dengan tujuan biasa saja, juga terdapat perbedaan semangat/gairah dalam menjalani aktivitasnya. Lihat saja mereka yang merasa frustasi, ingin mengakhiri hidup, rata-rata disebabkan tidak memiliki tujuan lagi. Sehingga merasa tidak ada alasan untuk terus melanjutkan hidup. Untuk itu kita perlu menentukan motivasi sejak awal agar setiap perilaku terarah dan mempunyai gairah hidup.

Abraham Maslow menjelaskan bahwa setidaknya ada 5 kebutuhan (motif) dalam diri manusia, yakni:

  1. Kebutuhan fisik: makanan, minuman, tempat tinggal
  2. Kebutuhan keamanan: perlindungan
  3. Kebutuhan sosial: cinta, kasih sanyang, perasaan diterima
  4. Kebutuhan pernghargaan: pengakuan, harga diri, prestasi
  5. Kebutuhan aktualisasi diri: pengembangan diri

Kebutuhan di atas bersifat hirarki. Semisal seseorang yang sedang kelaparan, tidak akan memikirkan untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Pasti fokus mencari makan untuk memenuhi rasa lapar. Sedangkan bagi yang sudah tidak lagi lapar, cenderung memenuhi kebutuhan lainnya. Tetapi bukan berarti orang lapar kebutuhan lainnya hilang, melainkan tidak begitu menonjol. Ini berarti kebutuhan manusia dapat berubah. Pagi butuh makan (kebutuhan 1), setelahnya mengerjakan tugas (bisa kebutuhan 4 atau 5), siangnya kita pasti butuh makan lagi (kembali ke kebutuhan 1).

Namun penulis menganggap dengan motivasi manusia yang bersifat tidak permanen mempunyai sedikit masalah. Perlu dipahami bahwa kita hidup tidak sendiri, tapi juga ada orang lain. Artinya kehendak kita juga bisa dipengaruhi oleh faktor eksternal—lingkungan dan orang lain—meskipun kita punya freewill untuk memilih. Seperti contohnya, ketika di jalan kita tidak memiliki rasa lapar sama sekali. Suatu ketika ada penjual bakso. Saat melihat bakso-bakso, mencium aroma kuahnya, apalagi didukung cuaca dingin, biasanya kita menjadi tertarik untuk makan bakso tersebut. Inilah yang dimaksud penulis bahwa faktor eksternal bisa mempengaruhi keinginan diri.

Elida Prayitno, (1989:10) menyebutkan ada dua tipe motivasi: intinsik dan ekstrinsik. Elida mengungkapkan bahwa motivasi intrinsik adalah keinginan bertindak yang berasal dari  faktor pendorong dari dalam diri (internal) individu. Sementara motivasi ekstrinsik—Singgih D. Gunarsa,(2008:51)—iala segala sesuatu yang diperoleh melalui pengamatan, melalui saran, anjuran atau dorongan orang lain.

Dalam perjalanan mencapai tujuan, tentu kita akan menghadapi banyak kejadian. Baik menyenangkan maupun menyedihkan. Hal menyedihkan bisa menyebabkan kita putus asa, sedangkan hal menyenangkan terkadang membuat terlena sehingga lupa tujuan utama kita apa. Maka dari itu penting sekali setiap orang mempunyai motivasi intrinsik yang kuat dalam dirinya, agar selalu konsisten dengan tujuan semula.

Apa itu motivasi intrinsik?

Pendapat Syaiful Bahri (2002:115) mengenai motivasi intrinsik yakni motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak memerlukan rangsangan dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Pun dalam artikel milik Siti Sumarni (2005) menyebutkan bahwa motivasi intrinsik muncul dari dalam diri seseorang. Tak jauh berbeda Sobry Sutikno (2007) pun mengartikan motivasi intrinsik sebagai motivasi yang timbul dari dalam diri individu sendiri, tanpa ada paksaan dorongan orang lain, namun atas dasar kemauan sendiri. Menyimpulkan dari beberapa pendapat di atas motivasi intrinsik merupakan kebutuhan, keinginan  yang muncul dari dalam diri manusia.

Tetapi dalam praktiknya, motivasi intrinsic tidak bermain sendirian. Ada pula motivasi ekstrinsik yang turut mempengaruhi kita dalam bersikap.

Definisi Motivasi Ekstrinsik dari beberapa ilmuwan:

  • Rosjidan, et al (2001:51) menganggap motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang tujuan-tujuannya terletak diluar pengetahuan, yakni tidak terkandung didalam perbuatan itu sendiri.
  • Sobry Sutikno berpendapat bahwa motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena ajakan, suruhan atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian seseorang mau melakukan sesuatu.

Mengambil kesimpulan dari beberapa pendapat ilmuwan di atas,  motivasi ekstrinsik adalah kebutuhan muncul sebab adanya pengaruh dari luar. Misalnya, seseorang awalnya tidak berniat membeli sepatu roda. Namun di kalangan masyarakat sepatu roda sedang booming. Siapa saja punya sepatu roda. Akibat booming-nya sepetu roda, seseorang tadi yang awalnya tidak ingin, menjadi membeli ibarang tersebut. Seperti inilah pengaruh motivasi ekstrinsik bekerja.

Sehingga sampai sini bisa kita dudukan antara motivasi intrinsic dan ekstrinsik. Keduanya bekerja atas kendali diri sendiri. Bila kita dapat membangkitkan motivasi dari dalam, motivasi anda akan semakin kuat. Sementara itu anda harus mampu mengolah motivasi ekstrinsik. Agar tidak mudah pengaruh hal-hal tak guna.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top