Info Kedokteran

Penyebab Jari Bengkak Yang Harus Diwaspadai

Penyebab Jari Bengkak Yang Harus Diwaspadai

Pernahkah merasakan nyeri dan benkak di jari Anda? Apa benar hal ini menjadi salah satu tanda munculnya suatu penyakit ataukah hanya bengkak biasa yang bisa hilang tiba-tiba? Ternyata pembengkakan yang terjadi di jari bisa akibat dari penumpukan cairan pada jaringan atau sendi jari yang akhirnya membuatnya bengkak.

Sponsor: dr rochelle skin expert

Pada umumnya, penyebab jari bengkak yang harus diwaspadai bisa berasal dari adanya resistensi cairan yang muncul secara berlebihan dan menyeluruh. Kondisi ini bisa juga terjadi pada saat sindrom pramenstruasi atau kehamilan pada sebagian wanita. Tetapi sayangnya, ada kasus serupa menyebut bahwa pembengkakan yang berlebihan disertasi nyeri berlebih dapat menjadi indikasi gangguan kesehatan atau dalam kata lain munculnya penyakit. Jadi seperti apakah penyebab sebenarnya pembengkakan jari tersebut?

Penyebab jari bengkak yang sering terjadi: 

Penyebab jari bengkak bisa disebabkan oleh banyak faktor seperti infeksi, edema, rematik atau kondisi lain. Berikut penyebab paling umum yang menjadi penyumbang faktor pembengkakan pada jari yang perlu diwaspadai.

1. Pembengkakan jari akibat infeksi

Penyebab jari bengkak bisa akibat infeksi yang bisa tiba-tiba muncul tanpa disadari. Infeksi umumnya akan muncul di sekitar pergelangan tangan atau sela-sela jari. Bengkak pun akan menyebabkan nyeri dan tingkat pembengkakanya tergantung pada keparahan infeksi. Pada umumnya, infeksi bisa terjadi saat kulit jari kita tengah mengalam ketusakan yang akhirnya mengundang mikroorganisme seperti bakteri bisa masuk kedalam jaringan bawah kulit. Infeksi juga bisa diakibatkan oleh kontak langsung antara tangan dengan zat atau fomites yang mengandung bakteri dan terjadi secara terus menerus.

 2. Dislokasi

Dislokasi merupkan suatu kondisi yang menyebabkan tulang sendir mengalami pergeseran dari posisi semestinya. Dan sendi yang telang mengalami gangguan ini akan rentan mengalami gangguan serupa di kemudian hari. Gangguan ini paling sering terjadi di area jari dan bahu. Cidera sendi ini bisa saja membuat ruas-ruas jari membengkak, sulit digerakkan, tulang terlihat tidak pada tempatnya, diskolorasi, mati rasa dan kesemutan, dan nyeri cukup hebat saat menggerakkan jari. Sebenarnya, dislokasi bisa dihindari dengan mencegah faktor penyebabnya dan umumnya terjadi di masa lanjut usia, sering menggunakan tubuh bagian lengan, paha, atau bahu ketika terjatuh, keturunan, cidera olahraga, atau kecelakaan.

3. Lymphedema

Lymphedema bisa diakibatkan karena pembulu darah balik getah bening tengah mengalami gangguan. Akibatnya, timbulah pembengkakan di bagian tubuh tertentu seperti seluruh atau sebagian lengan, kaki termasuk jari tangan dan jari kaki, atau tungkai atas. Limfedema lebih sering disebut gangguan limfa akibat terhalangnya pembulu limfa sehingga muncul pembengakakan tak normal. Kondisi medis seperti pengobatan kanker bisa menjadi salah satu pemicu munculnya gangguan ini. Tanda dan gejala yang sering muncul hampir sama dengan gangguan lain berupa kaku pada kulit, mati rasa, dan pembengakakn. Faktor paling berisiko mengalami Limfedema adalah usia lanjut, obesitas, dan rheumatoid arthritis atau sendi psoriasis.

4. Preeklampsia

Preeklampsia paling banyak dialami pada masa kehamilan. Menurut Preeclampsia Foundation, ada sekitar 5-8% dari seluruh kehamilan mengalami preeklampsia. Biasanya terjadi di usia kehamilan yang memasuki minggu ke 20 atau lebih. Preeklampsia lebih umum dikenal dengan istilah keracunan kehamilan akan memunculkan tanda dan gejala berupa tekanan darah meningkat secara mendadak, terjadinya masalah pada ginjal akibat adanya protein dalam urin, sakit kepala hebat, terjadi perubahan penglihatan seperti buta sementara, mata kabur atau sensitif terhadap cahaya, nyeri perut bagian atas, mual dan muntah, gangguan fungsi hati, sulit bernafas, obesitas mendadak serta bengkak di telapak kaki, pergelangan kaki, wajah, dan juga tangan. Penangan lebih cepat sangat dibutuhkan agar terhindar dari masalah ginjal, stroke, hati, edema, bahkan kematian janin dan ibu.

5. Edema

Edema akan mengakibatkan jaringan kulit bagian dalam mengalami pembengkaka akibat penumpukan cairan. Edema sering terjadi pada anggota tubuh bagian kaki dan pergelangannya, wajah serta tangan dan jari. Edema akan muncul apabila tubuh mengalami masalah seperti terlalu banyak mengkonsumsi natrium (garam), efek samping obat, penyakit hati dan ginjal serta gagal jantung kongestif. Meskipun disebut bahwa tidak ada pengobatan untuk mengatasi edema namun ahli medis biasanya akan memberikan obat diuretik agar membantu meredakan nyeri akibat pembengkakan.

6. Rematik dan penyebab lain

Rematik bisa juga jadi gejala serius yang menyebabkan anggota tubuh tertentu seperti jari, lutut dan kaki, tangan dan pergelangannya mengalami pembengakakan tan biasa. Rematik atau rheumatoid arthritis merupakan suatu penyakit penyebab radang sendi yang menimbukan kaku, nyeri, dan bengkak. Rematik lebih diakibatkan oleh gangguan pada autoimun. Selain rematik, penyebab bengkak jari bisa karena kebiasaan yang dilakukan atau pengaruh lingkungan seperti gigitan serangga, suhu, ruam, alergi, atau efek mengkonsumsi obat.

Jadi, bagaimana cara mengatasi jari bengkak?

Mengatasi jari bengkak bisa ditangan sendiri apabila kasusnya sangat ringan. Anda bisa mengurangi rasa nyeri dan benkak dengan cepat meski dilakukan di rumah misalnya mengompres jari dengan air garam, air hangat atau kunyit. Tetapi, apabila pembengkakan terus berlanjut dan menimbulkan rasa sakit yang lebih parah ditambah kaku yang berlangsung lama, maka Anda harus waspada. Lakukan pengobatan sedini mungkin ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Pengobatan akan mencegah bengkak jari mengalami komplikasi lainnya.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top