Motivation

Pahami Sumber Kegagalan Menurut John C. Maxwell

Memiliki kesuksesan dalam berkarir adalah impian semua orang. Tetapi menuju kesuksesan tentu tidaklah mudah. Akan banyak mengalami gagal dalam prosesnya. Semua pasti ada sebab akibatnya, termasuk kegagalan. Meskipun gagal merupakan kewajaran, tapi tidak ada salahnya kita mengetahui penyebab kegagalan tersebut. Untuk menjadi pedoman dalam mengambil solusi. Ada beberapa penyebab kegagalan menurut John C. Maxwell.

Sumber kegagalan kegagalan menurut John C. Maxwell

Sponsor: dr rochelle skin expert

  1. Tidak Bisa Memahami Diri Sendiri

Terdapat beberapa kondisi diri yang berpengaruh pada kesuksesan, yakni, minat, kemampuan, kepribadian, dan nilai-nilai. Sebab, hal-hal tersebut mempengaruhi kesesuaian dengan apa yang akan diembannya.

Top Ittipat, pengusaha sukses asal Thailand, sempat merasakan ketidak cocokan dengan apa yang diperintahkan oleh ayahnya. Ayahnya menyuruhnya untuk terus mengenyam pendidikan sampai pada bangku perkuliahan. Sementara, dirinya ingin melanjutkan usaha bisnisnya. Dengan rasa berat hati, dia tidak menghiraukan perintah ayahnya, dan tetap menjalankan bisnisnya. Kecintaannya terhadap bisnis membuat Top rela jatuh bangun dalam membangun usahanya. Membuatnya terus kerja keras, belajar tiada henti, hingga akhirnya ia berhasil menjadi pengusaha muda yang sukses. Kecocokan dirinya terhadap bisnis membuatnya optimis untuk mencapai kesuksesan.

  1. Kurangnya Kemampuan Membina Hubungan Dengan Sesama

Manusia selain diciptakan sebagai makhluk individu, juga dicitpakan sebagai makhluk sosial. Hampir segala sesuatunya membutuhkan orang lain, tidak terkecuali dalam kesuksesan seseorang. Tidak hanya kecerdasan intelektual, kecerdasan sosial juga perlu dimiliki. Maksudnya, kemampuan dalam berinteraksi dengan orang lain, kemampuan bekerja sama dengan orang lain, peka terhadap lingkungan, dan siap menerima kritik dari orang lain.

Contoh saja dalam bisnis. Dalam bisnis tentunya akan bekerja sama dengan klient. Menjalin kerja sama dibutuhkan kepekaan yang tinggi. Kepekaan dalam memahami keinginan dari klient tersebut, dan juga kemampuan melobi, supaya kerjasama terjalin dengan baik. Jika tidak memiliki dua kemampuan tersebut –peka, dan lobi, maka akan sulit dalam menjalin kerjasama.

  1. Suka Mengambil Jalan Pintas

Hanya pecundang yang suka mengambil jalan pintas. Tidak ada proses yang instan menuju kesuksesan. James Watt saja, membutuhkan dua puluh tahun untuk menemukan mesin uap.

  1. Pikiran yang Negatif

Salah satu perbedaan antara orang sukses dengan orang gagal adalah cara pandang terhadap suatu keadaan. Orang sukses memandang keadaan –dalam keadaan sulit, adalah sebuah peluang. Ia akan berpikir bagaimana caranya agar dapat keluar dari keadaan sulit. Sedangkan, orang gagal hanya akan meratapi keadaan sulitnya. Sikap meratapi hanya menyebabkan kepesimisan, dan menyerah. Itulah mengapa orang gagal sangat sulit sekali untuk bangkit.

  1. Tidak Fokus Dengan Apa yang Ditekuni Saat Ini

Kefokusan juga penting dalam meraih kesuksesan. Yang dimaksud fokus, ialah benar-benar menekuni apa yang sedang diraih. Kamu harus dengan benar menentukan mana yang prioritas, dan mana yang bukan. Melakukan sesuatu bukan prioritas adalah sia-sia.

  1. Tidak Siap Dengan Perubahan

Yang perlu dipahami, bahwa kondisi bisa berubah setiap saat. Orang gagal kebanyakan tidak siap dengan kegagalan. Dia tidak dapat menyesuaikan dengan lingkungannya (baca: kondisi) yang baru. Tidak dapat menyesuaikan membuatmu stagnan. Kamu juga perlu mengubah rencana, dan strategi apabila terjadi perubahan pada faktor eksternal.

Perubahan tidak melulu dari faktor eksternal, namun juga dari diri sendiri. Ambil contoh, kamu ingin menjadi guru di sebuah intansi pendidikan ternama. Kebetulan, seorang guru di instansi tersebut tidak hanya diperlukan guru yang bisa mengajar saja, tapi juga dituntut inovatif dalam mengajar. Jika dirimu bukan orang yang inovatif, maka wajib hukumnya kamu mengubah dirimu menjadi lebih inovatif jika benar-benar ingin menjadi guru di situ.

  1. Tingkat Komitmen yang Rendah

Komitmen dapat membantumu memberikan sikap optimis dalam mencapai kesuksesan. Semakin tinggi tingkat komitmen, semakin baik, dan sebaliknya. Kita ambil saja contoh Top Ittipat tadi. Bila komitmennya rendah, dia tidak mungkin dapat bertahan hingga tujuannya tercapai. Justru, karena tingginya komitmen, didukung dengan keminatan yang tinggi, membangun keoptimisan dalam dirinya.

  1. Tidak Mengasah Kemampuan

Dijelaskan pada point sebelumnya, bakat menjadi factor penting dalam kesuksesan. Tetapi, mengandalkan bakat saja juga tidak baik. Sebab, akan mengalami stagnan. Tidak hanya diri sendiri yang sedang menuju kesuksesan, banyak orang di luar sana yang menginginkan kesuksesan yang sama. Jangan sampai menjadi orang yang tertinggal.

  1. Tidak Mengambil Informasi Secara Tepat

Khususnya dalam dunia bisnis, informasi itu penting sebab sebagai dasar dalam memberikan evaluasi. Apabila informasi yang didapat tidak tepat, proses evaluasi juga akan keliru. Maka pemecahan masalah yang diambil, tidak memecahkan masalah yang sebenarnya.

  • Tidak Ada Sasaran yang Dituju

Sasaran adalah arah yang hendak kamu tuju. Sasaran menentukan yang perlu dilakukan, semakin terarah, semakin baik. Suapaya waktumu tidak sia-sia dengan hal tak guna.

Nah, setelah tahu apa saja yang dapat menjadi sumber kegagalan yang kamu alami, bisa menjadi bahan untuk evaluasi. Juga bisa menjadi pengetahuan supaya menghindari beberapa hal di atas.

Yang jelas kegagalan adalah kewajaran. Setiap orang pasti pernah mengalaminya, Paling penting ialah bagaimana cara kamu untuk bangkit, lalu membenahi semuanya. Gagal bukan berarti kamu boleh berhenti.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top