Entertaiment

Mengukur Tingkat Kreatifitas Diri dengan Creative Talent Test

Barangkali kita sering mendengar tes untuk mengungkap bakat intelektual seperti logika, menghitung, dan sebagainya. Perlu diketahui bahwa manusia tidak hanya mempunyai anugrah berupa intelektual, namun juga kreatifitas. Ini beralasan karena sisi otak kanan dan kiri manusia mempunyai kemampuan berbeda; kiri berupa logika sementara kanan berupa emosi. Itulah perlu mengukur tingkat kreatifitas diri.

Mengukur tingkat kreatifitas diri

Sponsor:perawatan wajah

Setelah muncul tes bakat jenis PMA lalu mulailah berkembang tes bakat khusus jenis lain seperti GAT, DAT, FACT dan sebagainya. Seluruh seri tes bakat tersebut merupakan tes yang hanya mengecek intelektual saja. Padahal seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa manusia juga memiliki sisi kreattifitas. Untuk itu para ahli mencoba memikirkan tes bakat bersifat Non-Intelektual—yang berhubungan dengan kreatifitas—misalnya tes bakat sastra, tes bakat musik, tes bakat tari dan tes bakat selainnyasebagainya. Beberapa macam tes Bakat non-intelektual tersebut disebut tes bakat kreatif atau Creative Talent Test.

Munculnya Tes Bakat Kreatif itu diawali dengan adanya riset dan pengukuran kreatifitas individu. Di USA telah menerapkan creative talent test. Berikut ini beberapa contoh tes bakat seni yang telah dikembangkan:

  1. Seashore Measure Of Musical Talent

Adalah tes bakat Musik dari Seashore. Tes ini merupakan tes bakat seni pertama yang dibuat, yang diperuntukkan bagi umur anak sampai dewasa awal. Setidaknya ada 6 aspek pendengaran yang diukur Seashore. Jumlah nilai dari keenam aspek pendengaran di bawah nanti digunakan untuk menggambarkan profil kemampuan bermain musik seseorang.  Aspek-aspek pendengaran tersebut ialah:

Ø  Pitch Discrimination: kemampuan dalam membedakan tinggi rendahnya nada

Ø  Intensity or Loudness Discrimination: kemampuan merasakan intensitas atau diskriminasi kerasnya nada.

Ø  Time Discrimination: kemampuan membedakan waktu lamanya bunyi nada.

Ø  Discrimination of Timbre: kemampaun mengetahui diskriminasi jenis bunyi.

Ø  Judgement of Rhytem: kemampuan dalam menentukan ritme

Ø  Tonal Memory: kemampuan mengingat pola nada

  1. Wing Standardized Test of Musical Intelligence

Ini merupakan tes standar bakat musik dari Wing. Tes tersebut dipergunakan untuk anak berusia 8 tahun keatas, yang mana mengukur tujuh macam aspek persepsi musik, di antaranya:

Ø  Chord Anallysis: kemampuan dalam analisa chor

Ø  Pitch Chage: kemampuan kepekaan dari perubahan tinggi nada

Ø  Memory: kemampuan mengingat nada

Ø  Rhythmic Accent: kemampuan dalam mengaksen ritme

Ø  Harmony: kepekaan akan harmoni nada

Ø  Intensity: kemampuan memahami kerasnya nada

Ø  Prashing: kemampuan dalam pengucapan nada

  1. Drake Musical Aptitude

Ialah tes bakat musik dari Drake, yang mengukur dua aspek bakat musik yakni ingatan dan ritme. Tes drake musical aptitude diperuntukkan bagi anak berusia 8 tahun keatas.

  1. Aliferis Music Achievement Test

Yaitu tes prestasi musik dari Aliferis. Tes seni ini dipakai untuk menyeleksi calon siswa sekolah musik. Beberapa aspek yang diuji adalah harmoni, ritme, pembedaan melodi, dan idiom musik.

Kreatifitas seni tidak hanya ada pada bidang music, tetapi ada pula baat seni grafis. Beberapa yang digunakan untuk mengukur bakat seni grafis:

  1. Graves Design Judgement Test

Yakni tes pilihan design dari Graves. Tes ini berfungsi mengukur kemampuan persepsi dan prinsip-prinsip tatanan seni, seperti:

  1. Unity (Kesatuan)
  2. Dominance (Dominasi)
  3. Variety (Variasi)
  4. Balance (Keseimbangan)
  5. Simetry (Simetris)
  6. Proportion (proporsi)
  7. Rhythm (Ritme)
  8. Meier Art Judgment Test

Adalah Tes pilihan seni grafis dari Meier yang berguna untuk mengukur Pilihan Estetik secara menyeluruh. Menurut pendapat Meier bahwa pilihan estetik ialah sebagai kunci kemampuan; sebagai pegangan terpercaya serta memliki indeks signifikan dalam bakat seni. Juga mempunyai pengaruh pada jalan sukses karier seni yang akan datang. Tes ini terdiri atas seratus pasang gambar hitam putih yang di presentasekan kepada peserta secara sepasang-sepasang.

Sepintas setiap pasang gambar terlihat sama. Gambar pertama merupakan Masterpiece, sementara gambar kedua adalah perubahan-perubahan dari gambar pertama. Di situlah peserta diminta untuk menunjukkan mana gambar yang asli dan mana yang bukan dengan melihat prefensi estetik dari tiap pasang gambar.

  1. Knauber Art Ability Test

Merupakan tes kemampuan seni grafis dari Knaube, yang diperuntukkan bagi anak-anak tingkat 7 sampai 16. Beberapa contoh tes yang diberiakan adalah:

  1. Menggambar suatu design berdasarkan ingatan
  2. Menggambarkan ingatan berupa gambar dari ruang terbatas
  3. Menggambar suatu karakter stereotip, seperti winni the pooh, cinderla, snow white, dan selainnya
  4. Menyusun suatu komposisi spesifik dalam suatu bangun ruang tertentu
  5. Mencipatakan dan menyempurnakan desain-desain dari beberapa unsur
  1. Horn Aptitude Inventory

Tes inventori bakat seni dari Horn ini difungsikan untuk menyeleksi calon siswa Sekolah Seni, terutama dalam mengukur kekreatifan individu yang menggunakan kerangka/petunjuk untuk menggambar. Tes Horn terdiri atas dua bagian, yakni:

  • Bagian I: para peserta disuruh membuat 20 macam sketsa kecil-kecil dari objek-objek yang serupa, seperti rumah, buku, lingkaran, dan sebagainya dalam waktu singkat.
  • Bagian II: bagian ini berisi tugas-tugas yang lebih sulit dan memerlukan tingkat kreatifitas yang lebih kompleks, misalnya kemampuan menciptakan karya seni fantasi. Materi tugasnya berupa 12 kartu persegi, di mana di setiap kartu berisikan beberapa garis sebagai kerangka apa yang dapat digambarkan atau diimajinasikan oleh peserta.

 

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top