Makanan Kesehatan

Makanan Sehat Untuk Kecerdasan Anak

Makanan Sehat Untuk Kecerdasan Anak

Kecerdasan anak bisa disebabkan beberapa faktor baik internal ataupun ekternal. Faktor internal yang membuat anak cerdas yaitu genetika sementara faktor eksternalnya bisa muncul akibat peran aktivitas fisik, stimulasi, dan kesehatan. Mengasah otak melalui media dan buku pelajaran juga menjadi peran utama terbentuknya kecerdasan otak pada anak. Diantara faktor-faktor penyebab anak bisa cerdas, pentingnya asupan nutrisi dan makanan sehat untuk kecerdasan anak bisa menjadi hal utama.

Sponsor: produk pemutih wajah

Makanan yang sehat bisa memberikan asupan cukup bagi otak untuk bekerja lebih aktif dan dalam merangsang kecerdasan anak. Berikut untuk terbaik pembentuk kecerdasan anak :

1.  Ikan salmon

Kelenturan otak erat kaitannya dengan kemampuan otak dalam mengorganisasi hubungan antar sel otak, sehingga dapat memengaruhi tingkat inteligensi, emosional dan sosial pada seseorang. Ikan salmon mengandung lemak sehat dan sumber terbaik asam lemak omega 3, EPA dan DHA. Kedua nutrisi tersebut sangat penting bagu pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak sejak dini. Menurut penelitian, anak yang rutin mendapatkan asupan asam lemak omega 3 memiliki daya pikir lebih tajam. Ikan salmon mengandung asam lemak omega-3 lebih banyak daripada ikan tuna. Menurut studi oleh Goteborg University di Swedia, mereka yang rajin mengonsumsi ikan secara teratur akan mengalami perkembangan otak lebih baik. Menurut dr. Maria Aberg, ikan salmon memiliki peran penting untuk pertumbuhan otak anak dan baik juga untuk memelihara fungsi otak pada orang dewasa. Ikan salmon juga mengandung yodium yang bermanfaat dalam membantu pembentukan sel-sel saraf, memelihara kesehatan mental sekaligus menjaga suasana hati tetap mood.

2.  Telur

Telur adalah sumber protein penting yang bisa diperoleh dengan mudah. Kuning telur mengandung zat kolin, yaitu zat yang membantu memperbaiki perkembangan memori terutama untuk anak-anak dan remaja. Diet dengan mengkonsumsi kaya kolin membantu melindungi otak dari efek alami penuaan. Hal tersebut dibuktikan dari hasil peneliti oleh Boston University bahwa orang-orang yang rajin mengkonsumsi makanan kaya kolin, akan mengalami peningkatan memori lebih baik dan mencegak penyakit demensia. Sementara menurut peneliti senior Dr Rhoda Aumenyisir,  sekitar 1.400 orang dewasa usia 36- 83 tahun dilibatkan pada soal kuesioner diet tahun 1991 dan 1995. Kemudian pada tahun 1998 dan 2001, mereka menjalani tes memori dan kognitif lainnya. Hasil studi menunjukkan bahwa orang dengan asupan kolin yang baik dapat melakukan tes memori jauh lebih baik, sambil diimbangi dengan faktor lainnya seperti pendidikan, asupan lemak dan kalori.

3. Susu dan Yogurt

Hampir semua produk yang mengandung susu memiliki kandungan protein tinggi dan vitamin B yang sangat baik untuk nutrisi perumbuhan jaringan otak dan enzim. Mengonsumsi olahan susu seperti yogurt juga bisa menyehatkan perut dan pencernaan, mengurangi rasa lapar sehingga menjadi sumber energi bagi otak anak. Usia anak-anak dan remaja membutuhkan lebih banyak vitamin D hingga 10 kali lebih besar dari dosis yang direkomendasikan. Karena susu mengandung vitamin D, maka susu sangat penting untuk otot, saraf dan sistem siklus hidup sel-sel manusia. Zat magnesium juga mampu mencegah kemampuan otak kehilangan memorinya. Produk susu juga bisa ditemui pada keju dan es krim. Menurut studi dari para ilmuan saat itu, sebanyak 972 pria dan wanita yang di survei, peserta usia 23 – 98 tahun dapat menyelesaikan rangkaian tes konsentrasi, memori dan kemampuan belajar. Sejalan dengan itu, pada International Dairy Journal, orang dewasa yang mengkonsumsi produk susu 5-6 kali seminggu, mampu menjalani tes memori lebih baik dibandingkan mereka yang jarang mengkonsumsi susu atau produk susu lainnya. Agar mendapat hasil sempurna, maka sebaiknya memilih susu rendah lemak atau bebas lemak.

4. Kacang-kacangan dan biji-bijian

Kacang-kacangan dapat dijadikan cemilan kaya energi, protein dan karbohidrat kompleks. Kacang-kacangan juga mengandung serat, vitamin dan mineral yang menjadi makanan baik untuk otak anak dan mempertahankan kemampuan berpikir. Menurut penelitian, kacang merah mengandung lebih banyak asam lemak omega-3 dibanding jenis kacang lainnya. Kacang merah memiliki ALA asam lemak omega 3 yang penting untuk pertumbuhan dan mempertahankan fungsi otak. Biji-bijian seperti gandum memilik karbohidrat tinggi, kalsium, folic acid, vitamin B6, zat besi, mineral, dan serat. Karena otak membutuhkan suplai glukosa, maka makanan seperti gandum dapat mendukung kebutuhan tubuh. Vitamin B pada gandum berfungsi menjaga sistem saraf. Produk gandum bisa diperoleh dari oat meal, sereal atau roti gandum segar.

5.  Sayuran berwarna

Beberapa sayuran berwarna wajib ada untuk membantu memberikan suplemen otak. Varian sayuran berwarna bisa didapat dari tomat, bayam, ubi jalar, kubis, wortel, brokoli, dan bawang putih. Menurut studi dalam jurnal berjudul Experimental Neurology yang terbit pada tahun 2005 mengungkap bahwa bayam dapat menunjukkan penurunan kerusakan otak. Bayam mengandung folat, vitamin E dan vitamin K untuk mencegh resiko demensia, penurunan fungsi otak karena usia, melindungi otak dari stress okdidatif, dan mengurangi risiko Alzheimer. Ubi jalar kaya karbohidrat, vitamin B6, dan antioksidan untuk membantu tubuh  meningkatkan kemampuan otak. Kemudian wortel adalah sumber vitamin B, C, dan beta karoten yang khasiatnya untuk meningkatkan memori dan fungsi otak. Selanjutnya buah tomat mengandung licopene untuk mencegah kerusakan sel-sel tubuh penyebab penyakit demensia dan Alzheimer. Sayuran hijau berikutnya adalah brokoli dan kobis merah dengan kandungan vitamin K yang manfaatnya untuk meningkatkan fungsi kognitif dan kemampuan otak. Terakhir ada bawah putih yang mengandung antioksidan penting untuk melindungi sel-sel otak dari kerusakan.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top
$(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });