Motivation

Lakukan Metode ini Agar Kepercayaan Diri Meningkat

Kepercayaan diri merupakan rasa optimism dalam setiap apa yang dikerjakan. Konsekuensi dari orang yang mempunyai rasa kepercayaan diri adalah memiliki keyakinan, optimisme, dan tidak bergantung pada orang lain. Dan seorang yang memiliki kepercayaan diri cenderung memiliki keyakinan akan kemampuan untuk mencapai keberhasilan (Zimmerer, 1996:6). Namun tidak semua orang memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Ini merupakan suatu masalah bagi yang memiliki kepribadian tidak percaya diri karena akan senantiasa dihantui rasa takut akan kegagalan-kegagalan yang akan terjadi mendatang. Sebetulnya ada beberapa metode agar kepercayaan diri meningkat.

Agar kepercayaan diri meningkat

Sponsor: perawatan wajah

Pada artikel sebelumnya pernah mengulas apabila penyebab kepercayaan diri menurun dari dua faktor: faktor internal dan eksternal. Maka seharusnya dalam menyelesaikan masalah kepercayaan diri juga melalui dua faktor tersebut, yaitu penyelesaian dari faktor internal serta faktor eksternal.

Penyelesaian dari Faktor Internal

Seperti yang dijelaskan Maslow, bahwa percaya diri berawal dari konsep diri. Konsep diri mempunyai 2 jenis, yaitu konsep diri positif dan konsep diri negative. Konsep diri positif akan mengakibatkan diri kita yang optimis sementara konsep diri negative akan mengakibatkan diri kita yang pesimis. Sehingga kita perlu mempunyai konsep diri yang postif. Berikut beberapa cara menurut saya untuk menciptakan konsep diri yang positif :

  1. Pada dimensi pengetahuan

Kita perlu mendudukan bahwa, pada dasarnya manusia pasti mempunyai potensi. Pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan. Tinggal bagaimana diri kita sendiri yang menggalinya. Sehingga kita perlu memetakan kondisi kita (potensi, kelebihan dan kekurangan) yang ini akan menilai diri kita sendiri secara obyektif.

  1. Pada dimensi harapan

Setelah kita mengetahui kondisi diri kita secara obyektif, maka kita perlu mempunyai harapan ideal diri kita seperti apa. Tentunya dalam menentukan harapan ideal berdasarkan kelebihan dan kekurangan kita. Yang perlu kita ingat, bahwa gambaran ideal tiap orang berbeda-beda. Sehingga kita tidak selalu bisa menggambarkan idealnya kita seperti orang lain.

  1. Pada dimensi penilaian

Dalam penilaian kita harus obyektif, tidak perlu terlalu berlebihan akan kegagalan yang kita alami. Missal, saya gagal mengerjakan soal saat ini, bukan berarti kita bodoh dan akan gagal selamanya. Gagal atau sukses terikat oleh suatu perilaku dan kondisi tertentu. Gagal sekarang, tidak sama dengan gagal seterusnya. Dan suskes sekarang, tidak sama dengan sukses seterusnya.

Indicator yang obyektif adalah bagaimana kita dan harapan ideal kita. Jangan coba membandingkan dengan orang lain. Karena sekali lagi kondisi tiap orang berbeda. Contohnya, kita hanya bisa berbicara didepan umum dengan gaya yang standart, tapi orang lain dapat berbicara didepan umum dengan santai, lues dls. Faktanya, memang kita lemah dalam hal tersebut, tapi jangan menilai bahwa diri kita ini rendah dan seolah-olah lemah dalam segala hal. Kita mempunyai kelebihan yang bisa kita manfaatkan.

Selain itu, terdapat pula hal-hal yang mendukung konsep diri tersebut, dengan melalukan upaya-upaya seperti di bawah ini:

  • Membuat plan pengembangan diri

Plan pengembangan diri adalah rencana kita kedepan dalam mengembangkan kemampuan diri. Kita harus terbiasa menarget diri agar setiap waktu memiliki perkembangan. Dengan membuat plan, kita mempunyai target apa saja sehingga tertuntut untuk mencoba hal-hal yang baru dalam menggali potensi kita.

Melihat proses perkembangan diri pun membantu memberi pemahaman kalau kita mampu berkembang. Kita dapat membuktikan bahwa kita pernah sukses mengubah kepribadian. Dengan begitu dapat meningkatkan kepercayaan diri untuk terus mencari potensi diri.

  • Persiapan MATANG dan lakukan SEMAKSIMAL mungkin

Gunakan ini tiap kali melakukan sesuatu. Terkadang tidak pede ketika tidak ada persiapan yang matang sehingga kurang maksimal nantinya. Yang penting persiapan yang matang, lakukan sebaik mungkin dan hasil urusan belakang. Kita tidak perlu membayangkan yang tidak-tidak. Tidak obyektif dan hanya akan menimbulkan rasa cemas dan ketakutan yang berlebihan. Urusan hasil bisa dievaluasi lagi nantinya.

  • Muka Tembok terkadang diperlukan

Kita tidak selalu bisa mengaharapkan lingkungan yang mendukung. Jika ada orang lain yang mengejekmu, kita harus terapkan “muka tembok” ini. Mereka tidak berhak menghina kita, bukan kita yang salah, tapi mereka yang menghina tidak tau diri. Dengarkan saja saran-saran yang membangun, karena itu akan membantu kita dalam evaluasi diri.

  • Hargai prestasi kita dengan puji diri sendiri dan terima dengan baik pujian dari orang lain

Jangan menganggap bahwa prestasi kita tidak ada apa-apanya. Sekecil apapun prestasi tersebut, itu adalah perubahan hasil dari yang kita lakukan selama ini. Coba puji diri sendiri, karena itu akan membantu dalam membentuk positif konsep diri kita dan mengahrgai diri kita sendiri. Dan terima dengan baik pujian dari orang lain, akan merasa bahwa kita diterima baik oleh lingkungan.

Penyelesaian dari Faktor Eksternal

Dalam membentuk konsep diri yang positif, butuh lingkungan posiitf yang mendukung. Kita bisa coba dengan meminta bantuan dari sahabat, teman, keluarga atau selainnya yang dekat dengan kita. Untuk membantu kita dengan memberikan dukungan yang positif. Minta untuk mengingatkan jika kita melenceng dan juga evaluasi dari mereka. Tapi tidak selalu kita berada dalam lingkungan yang kita harapkan, jika begitu kita bisa menerapkan point nomor 3 diatas.

Ini yang bisa saya tawarkan dalam meningkatkan rasa percaya diri. Ingat, menumbuhkan rasa percaya diri tidak instant, tapi harus ada prosesnya. Tinggal bagaimana kita untuk konsisten dan berani terima konsekuensinya. Setiap sesuatu yang akan kita raih, pasti ada harga yang harus kita bayar.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top