Inspiration

Kasih sayang seorang pengemis kepada putrinya yang sangat mengharukan

Dalam sepajang sejarah, hanya kasih sayang ibu yang telah diabadikan dalam sebuah lagu kasih ibu. Padahal nyatanya kasih sayang seorang ayah kepada anaknya pun tidak kalah luar biasa dibandingkan dengan kasih ibu kepada anaknya. Bagi seorang ayah yang merupakan kepala keluarga, ia akan rela tidak makan seharian asalkan anak dan istrinya tidak kelaparan di hari itu. Begitulah pengibaratan kasih sayang seorang ayah kepada anaknya. Tidak terkecuali dengan kasih sayang seorang pengemis kepada putrinya ini yang kisahnya sangat menyentuh hati para pembacanya.

kasih sayang seorang pengemis kepada putrinya

Sponsor pemutih wajah

Ia adalah Kawsar Hossain. Seorang pria biasa yang berasal dari India. Ia sebenarnya bukanlah seorang pengemis pada awalnya. Namun beberapa tahun yang lalu, ia mengalami kecelakaan yang mengerikan saat bus yang ia kemudikan terjatuh dari jembatan. kecelakaan mengerikan itu memang tidak merenggut nyawanya. Namun kecelakaan itu berhasil merenggut sebelah tangannya. Akhirnya pihak medis memutuskan untuk mengamputasi tangan kanannya untuk menyelamatkan nyawa Kawsar.

Hari itu merupakan hari yang tidak akan pernah terlupakan bagi Kawsar Hossain. Hari dimana segala hal pada hidupnya akan berubah. Bagaimana tidak, kehilangan tangan kanannya membuatnya kehilangan pekerjaan sebelumnya yakni sebagai sopir bus. Dengan tangan kanannya yang buntung ia pun kesulitan mendapatkan pekerjaan lain setelah dipecat dari pekerjaan lamanya.

Hari demi hari, bulan demi bulan, ia terus berusaha untuk mencari pekerjaan yang dapat menghidupi istri dan satu putrinya. Namun ia tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Hidup sebagai seorang pria kepala keluarga tanpa penghasilan bulanan membuat ia sangat bergantung pada istrinya. Namuncobaan tidak berhenti sampai disitu saja rupanya. Istri yang selama ini telah menemaninya memutuskan untuk pergi meninggalkannya. Tinggalah ia bersama putri kesayanganya.

Tanpa pekerjaan artinya tanpa penghasilan, tanpa penghasilan artinya tanpa makanan. Hingga pada titik akhir ia memutuskan untuk menjadi pengemis, karena putus asa dengan kondisi hidupnya. Di India memang sangat sulit sekali mencari pekerjaan yang mau menerima orang yang mengalami kecacatan fisik untuk bekerja. Apalagi Kaswar bukanlah lulusan sarjana, kemampuannya pun hanya sebatas pekerjaan yang mengandalkan fisik saja.

Meski hidup sebagai pengemis yang serba kekurangan untuk makan kesehariannya, ia tetap lah seorang ayah yang ingin memberikan kebahagiaan kepada putri kesayangannya. Suatu ketika ia mengajak putrinya untuk berjalan-jalan di sekitar pertokoan. Ia masuk ke salah satu toko baju dengan maksud ingin membelikan sebuah gaun untuk putrinya. Namun rupanya uang yang ia miliki tidak cukup untuk membeli gaun tersebut. Bahkan pelayan toko tersebut juga mengusirnya karena dianggap hendak mengemis di dalam pertokoan tersebut. Nampak wajah sedih bercampur kekecewaan pada raut waja putrinya itu.

Melihat anaknya yang sedih, pengemis tersebut bertekad untuk mengumpulkan uang guna membeli satu potong gaun yang diinginkan anaknya tersebut. Setiap hari ia menyisihkan sedikit uang dari hasil mengemis untuk ditabung. Memang tidak banyak yang bisa ia sisihkan karena hasil dari mengemis pun hanya cukup untuk kebutuhan makan keseharian bapak dan anak tersebut.

Hingga 2 tahun lamanya bapak ini menyisihkan hasil ia mengemis di jalanan untuk membelikan putrinya sebuah gaun yang sangan di inginkannya. Ia bermaksud ingin memberikan sebuah kejutan bagi putrinya tersebut. Diam-diam dia pergi ke toko yang menjual gaun untuk putrinya. Kemudian ia pulang ke rumah. Tentu saja putrinya sangat terkejut sekali bahwa ayahnya pulang dengan membawa gaun yang di selama ini diimpikannya. Betapa senangnya ia melihat raut wajah putrinya yang berbinar-binar menerima kejutan yang telah ia siapkan itu. hasil jerih payahnya selama 2 tahun terbayar sudah dengan senyuman lebar putrinya tersebut.

Saking senangnya, putrinya langsung mengenakan gaun pemberian ayahnya tersebut. Melihat kebahagiaan yang terpancar dari raut wajah anaknya. Pengemis ini langsung berlari ke rumah tetangganya. Ia bermaksud meminjam handphone tetangganya yang memiliki kamera untuk mengabadikan momen dimana putrinya tengah mengenakan gaun pemberiannya.

“hari ini saya bukanla pengemis, hari ini saya adalah ayah yang akan membahagiakan putrinya” ujarnya

Ia tak pernah malu menjadi seorang pengemis, ia juga tak pernah malu hidup serba kekurangan. Ia akan melakukan segalanya asalkan putrinya dapat bahagia. Itulah yang tekad yang selama ini ia pegang teguh.

Dari kisah mengharukan pengemis ini kita bisa mengambil hikmah bahwa meskipun ayah jarang menunjukkan kasih sayangnya melalui ucapan maupun sikap, namun bukan berarti seorang ayah tidak memiliki kasih sayang yang besar kepada anak-anaknya. Kasih sayangnya sama besarnya dengan kasih sayang seorang ibu. Bagi seorang ayah yang juga kepala keluarga, tanggung jawabnya sangatlah besar. Ia menanggung seluruh beban bahtera rumah tangga keluarga yang ia pimpin. Kemana arah bahtera itu melaju, ialah yang bertanggung jawab atasnya.

Begitu juga kebahagiaan atau penderitaan yang dirasakan anak dan istrinya, ia pun yang bertanggung jawab atasnya. Ia akan rela mengorbankan apapun demi kebahagiaan anak dan istrinya. Harta, jabatan bahkan nyawa pun akan rela ia berikan asalkan anak dan istrinya terjamin keselamatannya. Begitu lah gambaran kasih sayang seorang ayah kepada kita semua. Untuk itu selama waktu masih tersisa, apalagi yang menghambat kita untuk lekas menemui ayah kita, memeluk dan mencium tangannya?

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top