Parenting Info

Fakta Sentuhan Perut Ketika Hamil

Hubungan antara calon anak berupa janin yang dikandung dalam perut ibu bisa mulai dijalin sejak dini melalui sentuhan. Sentuhan merupakan suatu bentuk komunikasi antara ibu dengan janin yang dikandungnya. Suami sebagai calon ayah dari janin juga memberikan sentuhan, agar istrinya merasakan ketenangan dan dukungan dari suami dengan pengalaman kehamilannya. Tinggalkan gaya konvensional yang membiarkan istri seolah “berjuang” sendirian saat memeriksakan diri maupun menjalani kehamilan dan persalinannya.

Sentuhan yang diberikan bisa berupa sentuhan pada perut ibu diikuti dengan komunikasi verbal, iringan musik.

Sentuhan Perut Ketika Hamil

Sentuhan yang diberikan ini bisa diberikan bersama-sama dengan suami agar terdapat kualitas waktu dengan janin dan istri yang sedang hamil. Seorang ibu yang memberikan kasih sayang kepada janinnya dengan penuh, pastinya membutuhkan suasana kejiawaan yang tenang dan bahagia. Ibu yang tertekan atau stress tidak akan bisa memberikan perhatian dan kasih sayang secara maksimal kepada janinnya. Maka, di sini lah peran seorang suami diperlukan, yakni memberikan andil dalam hal menjaga kesehatan kejiawaan istri agar tetap stabil dan tenang saat menjalani kehamilannya. Jika, sang ibu tenang maka janinnya yang dikandungnya lebih rendah resikonya dalam mengalami stress. Ada beberapa fakta tentang sentuhan melalui perut untuk calon bayi pada ibu hamil, antara lain:

  1. Sentuhan adalah kontak antara ibu dan janin

Stimulasi yang diberikan ibu kepada janin calon bayinya merupakan suatu proses hubungan untuk mendekatkan keduanya. Dengan melakukan sentuhan, ibu akan merasakan kehadiran buah hati dalam kehidupannya, sehingga memudahkan adaptasi antara ibu dan calon bayi yang akan dilahirkannya kelak. Tidak hanya kedekatan dengan ibu, suami yang merupakan calon ayah juga akan lebih dekat dengan calon bayi yang akan lahir jika intens memberikan sentuhannya pada perut sang istri.

  1. Sentuhan ibarat kelas pertama bagi janin

Sentuhan pada perut ibu hamil, merupakan pelajaran pertama bagi janin untuk menyongsong kehidupannya setelah lahir. Bila sentuhan dilakukan secara terpola, bayi akan tahu kapan ibu / ayahnya mengelus-elus dan mengajaknya mengobrol. Janin pada umur tertentu bisa merasakan sentuhan dan mendengarkan suara dari luar perut ibunya. Dengan mengajak komunikasi secara verbal dan suara, maka bayi bisa mendengarkan banyak hal dari orang tuanya, yang bisa menjadi bekal pelajarannya. Sedangkan dengan sentuhan, janin bisa merasakan respon komunikasi dari orang tuanya, sehingga janin biasanya akan mampu merespon balik setiap sentuhan yang diberikan ibu / ayahnya.

  1. Sentuhan memenuhi kebutuhan afeksi ibu ke janin

Dengan adanya sentuhan, bayi akan merasa dicintai dan diterima oleh sang ibu. Untuk sisi ibu, jika suami juga turut memberikan sentuhan, maka sang istri juga akan tumbuh rasa aman dan nyaman sehingga mengurangi rasa stress ketika hamil. Ibu yang merasa tenang dan nyaman akan kehamilannya dan mendapatkan dukungan dari suami akan bisa memberikan perhatian yang maksimal kepada janinnya sampai saat dilahirkannya nanti di dunia.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top
$(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });