Motivation

Cara Menjadi Atasan yang Berwibawa

Cara Menjadi Atasan yang Berwibawa

Setiap tindakan yang dilakukan oleh atasan, sudah sepantasnya di contoh jika tindakan tersebut bernilai positif dan baik. Cara menjadi atasan yang berwibawa dan disegani bawahannya bukan hal yang sulit. Meskipun menjadi atasan adalah impian, namun dalam praktiknya tidak semudah yang dibayangkan. Seorang atasan harus pandai mengakomodir kepentingan semua orang dengan sangat baik dan tepat.

Sponsor: cream pemutih wajah

Menjadi seorang atasan yang dicintai bukan sekedar tantangan namun harapan. Segala tindakan dan pemikiran Anda akan menghasilkan sesuatu. Anda pun tak perlu bersusah payah menjadi orang lain, namun jadilah diri sendiri dengan belajar menjadi pribadi yang berwibawa. Berikut cara menjadi atasan berwibawa yanh bisa membantu Anda mewujudkannya.

1. Datang tepat waktu

Atasan yang perlu dicontoh adalah yang selalu datang tepat waktu. Jika sering datang terlambat, maka bawahan tidak akan respek kepada Anda. Jangan Anda memerintah bawahan untuk tepat waktu sementara Anda menunjukkan sikap suka datang terlambat, kecuali jika Anda memang memiliki kepentingan yang mendesak. Jadi, kesuksesan bisa berawal dari hal sederhaan dan kecil seperti tiba di kantor tepat waktu.

2. Reward atau Punishment?

Jangan biarkan bawahan anda merasa kecewa karena atasan mereka tidak adil. Berikan penilaian yang baik sesuai kinerja yang mereka lakukan. Bedakan mana karyawan yang malas dan mana yang rajin agar pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan yang rajin tidak sia-sia. Selanjutnya, jangan lupakan reward untuk bawahan yang rajin dan  punishment untuk mereka yang malas. Contoh reward yang bisa diberikan seperti uang lembur atau kenaikan gaji.

3. Hindari  Hal yang Berbau SARA

Jangan melakukan hal-hal yang mengandung unsur SARA ketika berada di tempat kerja. Karena tidak semua bawahan Anda memiliki suku, ras atau keyaninan yang sama. Menghindari SARA juga dapat mencegah tindakan yang dapat menyinggung perasaan. Junjung kebebasan adalah bukti jika Anda layak dihormati dan menjadi pemimpin adil yang bijaksana.

4. Berinteraksi dengan bawahan

Jadilah atasan yang aktif dan tidak hanya diam saja memandangi bawahan Anda bekerja. Berbaurlah dengan mereka dan sesekali mengambil waktu istirahat bersama rekan dan bawahan. Anda bisa mengambil waktu tepat untuk sesekali meluangkan acara yang diadakan oleh bawahan, seperti misalnya pesta. Dengan begitu mereka akan merasa nyaman dan akrab.

5.  Continuous improvement

Kembangkanlah budaya continuous improvement atau melakukan perbaikan atau perubahan inovasi secara terus menerus. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengembangkan budaya ini seperti  mengkomunikasikan ekspektasi, memberikan informasi dan pelatihan, menilai keterampilan dan ilmu, memberikan dorongan dan motivasi pada bawahan, konsisten dan membetikan kesempatan pada bawahan  untuk bereksperimen dan memperbaiki kesalahan. Tujuan dari perubahan ini berguna agar visi dan misi perusahaan yang Anda kembangkan sejalan dengan kerja yang dilakukan karyawan atau bawahan Anda.

6. Terbuka memberikan bantuan

Tak semua bawahan mampu menjalankan tugas dengan baik sesuai harapan anda. Mereka juga tetap membutuhkan bantuan dan bimbingan. Jadi bantulah mereka dengan tangan terbuka  agar tugas yang merela lakukan dapat terlaksana sesuai target. Kunci membimbing bawahan menurut Lee Colan, yaitu menjelaskan, mengkonfirmasi, melibatkan ide, dan menghargai perubahan. Menjelaskan artinya memberikan informasi atau mengarahkan tugas yang belum bisa mereka lakukan. Kemudian tanyakan apakah mereka telah melakukan tugas dengan sebaik mungkin dengan rajin mengkonfirmasi. Berikan juga ide-ide menarik yang Anda kembangkan. Sementara jika mereka telah melakukan target maka hargai segala perubahan atas konstribusinya selama ini.

7. Konsisten dalam peraturan
Perusahaan biasanya memiliki peraturan yang biasanya tertuang dalam perjanjian kerja. Sebagai atasan, wajib bagi Anda menjalankan peraturan secara konsisten, dam segala keputusan yang di buat harus sejalan dengan peraturan tersebut. Misalnya jika dalam peraturan kantor Anda menyatakan apabila ada karyawan yang terlambat 30 menit, maka ia akan dikenakan sanksi. Dan dikemudian hari ada karyawan yang datang terlambat 30 menit, maka sanksi harus Anda berikan sesuai perjanjian. Meskipun karyawa tersebut Anda anggap paling pintar dan rajin, bukan serta-merta Anda mengabaikan kebijakan peraturan yang telah dibuat. Dengan begitu, seluruh karyawan akan merasa teradili.

8. Kontrol dengan baik

Agar sasaran dapat tercapai, anda wajib mengontrol sejauh mana perkembangan sasaran yang dicapai. Beberapa contok pengontrolan misalnya rapat seminggu sekali, rapat dua mingguan sekali atau rapat bulanan. Mintalah bawahan untuk mencatat hasil dan evaluasi selama rapat.

9. Asah keterampilan teknis

Meskipun Anda adalah atasan, tidak serta merta menghilangkan ilmu yang sudah didapat. Secara umum, semakin tinggi jabatan maka semakin banyak pula ilmu yang harus digunakan. Asah terus kemampuan magerial Anda agar tidak menjadi orang yang mudah dikelabui bawahan.

10. Tinggalkan kebiasaan buruk dan jangan menerima suap

Berikan contoh dan perilaku yanh baik terhadap bawahan dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk. Kebiasaan buruk dapat menurunkan reputasi dan kewibawaan seorang atasan. Jangan juga tertarik menerima suap meskipun besaran proyek yang didapat sangat menggiurkan. Ketika barang suap bisa membuat Anda tergiur, maka akan ada dampak buruk yang bisa mencemari nama baik dan reputasi Anda. Suap akan membawa bencana, dan bisa jadi perusahaan yang Anda bangun akan sia-sia.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top