Shopping

Cara Mengendalikan Perilaku Konsumtif pada Diri

Pola hidup konsumtif rasanya tak bisa dilepaskan dari gaya hidup orang-orang modern. Yang mengedepankan kegengsian dibanding kemampuan diri. Kegengsian dapat dicerminkan dari barang-barang yang dipunya: mobil, rumah, telepon genggam. Hal ini tentu didukung dengan teknologi canggih yang berkembang begitu pesat sehingga memudahkan semuanya. Kemudahan ini justeru semakin meningkatkan daya beli. Konsumtif, namanya. Orang-orang perlu mempunyai cara mengendalikan perilaku konsumtif.

Cara mengendalikan perilaku konsumtif

Sponsor: kezia skin expert

Bagi orang tertentu gaya hidup konsumtif mampu memberikan kenikmatan dan kepuasan secara  psikologis. Namun entah disadari atau tidak, gaya hidup konsumtif malah memiliki dampak tidak baik bagi diri. Mereka yang konsumtif seperti terkena penyakit kekurangan akan benda tertentu. Selain itu gaya belanja yang berlebihan juga mempunyai dampak buruk terhadap kesehatan finansial. Konsumtif dapat diartikan sebagai pemborosan..

Pemborosan hanya akan mengakibatkan pengeluaran tidak terkendali, lalu pada akhirnya penghasilan menjadi cepat habis—padahal belum semua kebutuhan terpenuhi. Apabila anda terlanjur menerapkan gaya hidup konsumtif, apakah kebiasaan buruk ini masih dapat diubah dan diperbaiki? Tetntu saja bisa. Intinya selama ada kemampuan dan kemauan untuk mengontrol diri, pasti bisa.

Adapun beberapa cara yang boleh diterapkan guna menghilangkan moral konsumtif:

  1. Membiasakan untuk Menabung

Memang tampaknya sederhana, tetapi tidak semua orang mampu menerapkannya. Masih banyak yang belum menyadari akan pentingnya menabung. Ada saja alasan untuk tidak menabung. Semisal, gaji kecil sementara kebutuhan banyak, jadi tidak dapat menyisihkan uang; sudah disisihkan tetapi tiba-tiba ada saja kebutuhan mendadak; dan masih banyak lagi.

Bisa saja alasan-alasan tersebut hanya mengada-ada. Bilangnya kebutuhan mendadak, tapi yang dibeli tes merk Hermes. Di mana tas kedudukannya bukan kebutuhan primer. Yang perlu dipahami bahwa menabung tak harus dalam jumlah besar. Maka meski gaji kecil, tetap bisa menabung. Anda bisa menyisihkan 5% dari pendapatan. Sebab sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

Apa hubungan menabung dengan mengendalikan konsumtif? Menabung berkebalikan dengan konsumtif. Konsumtif membuat kita terus menghamburkan uang, sedangkan menabung adalah menyisihkan dana untuk kebutuhan tidak terduga. Bila terbiasa menabung, dengan sendirinya kita menghilangkan kebiasaan konsumtif.

Seseorang yang terbiasa menabung akan mempertimbangkan jangka panjang, sementara konsumtif hanya memikirkan kepuasan sesaat. Sehingga dengan biasa menabung, kita akan memiliki pola pikir jangka panjang, tidak akan mudah tergoda dengan hasrat konsumtif.

  1. Menyusun Anggaran Belanja Tiap Bulannya

Banyak perilaku rumah tangga yang menyepelekan cara ini. Mereka terbiasa setelah mendapat gaji langsung membelanjakan kebutuhan bulanan. Dampaknya bisa saja yang terbeli bukan hanya kebutuhan melainkan juga barang-barang yang sekadar keinginan (bukan prioritas).

Anggaran belanja adalah salah satu metode dalam mengatur aliran dana. Di sebuah anggaran belanja yang menjadi titik fokus yakni jumlah dana yang didapat beserta perencanaan pengeluaran. Kebutuhan bisa mencakup harian maupun bulanan. Setiap pengeluaran harus diatur pada barang-barang yang jelas. Dengan begitu anggaran yang disediakan untuk pemenuhan kebutuhan di bulan tersebut dapat  terpampang secara jelas. Sekaligus bisa menentukan target pengeluaran.

Ada beberapa tips dalam membuat rencana anggaran:

  • Prioritaskan Kebutuhan

Penting dipahami ada peredaan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan tidak sama dengan keinginan. Sederhananya, kebutuhan pasti diperlukan, sedangkan keinginan bukan harus diperlukan. Sebelum membeli pikirkan kembali apakah benar butuh, atau jangan-jangan nafsu semata.

  • Sesuaikan dengan ketersediaan dana

Maksudnya, ketika membuat list perhatikan juga penghasilan yang ada. Triknya, pilih harga yang lebih murah.

  1. Hindari Pemakaian Kartu Kredit

Kartu kredit menawarkan promo atau hadiah menarik sehingga mendorong masyarakat untuk berbelanja. Benar sekali bahwa kartu kredit menawarkan cara lebih mudah dan praktis dibandingkan dengan metode pembayaran lainnya. Tapi justeru hal ini sama dengan memanjakan perilaku berbelanja yang berlebihan.

Jangan terlena dengan penawaran apapun, atau kalau tidak tagihan terus membengkak. Pemilik kartu mesti bijak dalam menggunakan kartu kredit. Sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan membayar. Sebab kartu kredit hanya memberi iming-iming bahwa pemegang kartu bisa membeli banyak hal yang biayanya lebih besar daripada pemasukannya.

Beberapa tips menghindari kartu kredit:

  • Pikirkan jangka panjang sebelum memutuskan untuk memiliki kartu kredit. Pikirkan seandainya tidak bisa membayar sedangkan tagihan terus meningkat
  • Ingat-ingat besarnya bunga yang harus dibayar. Karena bunga hanya akan menambah tagihan kian membengkak
  • Jaga hati dari promo-promo yang ada. Ingat itu hanya tipuan semata
  • Jika sudah terlanjur punya, hentikan pemakaian mulai sekarang.
  1. Kurangi Jalan-jalan dan Cuci Mata di Toko

Ya… cuci mata atau sekadar jalan-jalan di suatu pusat perbelanjaan memang mengasyikkan. Namun tahukan anda kebiasaan tersebut sangat berbahaya? Apabila  jalan-jalan menjadi kebiasaan, maka lama-lama akan menguras kantong. Kok bisa? Sadar atau tidak jalan-jalan di pusat perbelanjaan berpotensi menimbulkan niat belanja yang sebelumnya tidak direncakan dari rumah. Semisal sewaktu melihat suatu barang yang di-display di toko, bisa jadi Anda langsung tertarik dan ingin membelinya. Kejadian ini kerap terjadi pada wanita. Mereka jarang dapat mengontrol diri saat ada barang yang diinginkan.

Pastinya untuk mengubah sesuatu tidak semudah membalikan telapak tangan. Butuh proses dan pelatihan terus menerus. Selamat mencoba J

3
75%
like
0
0%
love
1
25%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top