Motivation

Cara Kevin O’leary Mengubah Keterbatasan Disleksia Menjadi Kekuatan

Cara Kevin O’leary Mengubah Keterbatasan Disleksia Menjadi Kekuatan

Inilah cara Kevin O’leary mengubah keterbatasan disleksia menjadi sebuah kekuatan luarbiasa dalam hidupnya. Kevin O’Leary, sekilas sosoknya belum banyak diketahui oleh orang. Meski begitu, dirinya adalah seorang pengusaha, interpreneur dan investor terkenal yang ada di Amerika. Kevin O’Leary adalah seorang CEO yang memiliki kesuksesan luar biasa dam hidupnya. Dirinya menjadi sumber inspirasi bagi banyak entrepreneur lain tak hanya di dataran Amerika melainkan seluruh dunia.

Sponsor: pemutih wajah

Salah satu hal yang membuat Kevin O’Leary menjadi sosok yang inspiratif yaitu caranya mengubah kekurangan menjadi sebuah kekuatan luar biasa. O’Leary hidup sebagai seorang disleksia yang sudah ada sejak dirinya lahir. Berkat sesuatu yang ia miliki tak membuat hidupnya patas semangat dan justru menjadi motivasi hidup paling berharga yang bisa membangun kerajaan bisninya tersebut.

Kevin O’Leary biasa dijuluki “Mr. Wonderful” adalah pria berkebangsaan Amerika yang lama bekerja di bisang investasi dan bisnis. Sejak kecil dirinya didiagnosis menderita disleksia kronis sehingga membuatnya sulit berbicara verbal dan menulis. Kebanyakan orang dengan disleksia biasanya merasa bahwa kurang percaya diri dan akhirnya rendah diri. Namun berbeda dengan sosok Kevin dimana ia sendiri adalah pribadi tangguh, dan menerima apa yang ia dapatkan. Dirinya pun percaya bahwa suatu ketika hidupnya akan berguna di masa depan.

Selain sebagai bisnisman, Kevin O’Leary juga seorang penulis dan penasehat finansial yang banyak menerapkan contoh bahwa penyandang disleksia mampu sukses dalam karir. Dalam acara motivasi yang dipandu langsung oleh Kevin dengan tema bertajuk “Shark Tank”, dirinya memaparkan bahwa kelebihan penderita disleksia itu ada dan sama dengan orang normal. Terbuksti sejak tahun tahun 60-an, Kevin pernah dirawat khusus dan didampingi oleh terapis yang membuatnya terinspirasi.

Dalam masa perawatan, ia mendapat latihan khusus seperti membaca kata terbalik, membaca lewat cermin hingga membaca pada posisi tubuh terbalik. Dari latihan yang ia dapatkan, percaya diri adalah hal yang harus dimiliki oleh setiap penderita disleksia. Dan kini menginjak usia kepala 6, Kevin pun masih percaya bahwa dirinya sanggup mencapai kesuksesan.

Dalam tema motivasinya, Kevin juga memberikan contoh lain dari David Neeleman, seorang CEO JetBlue Airlines yang menyandang penyakit sama dan justru bisa mencapai keberhasilan bisnis yang sangat luar biasa. Selain disleksia Neeleman juga memiliki kelainan ADHD. Itulah yang membuat kedua pebisnis tersebut sukses bahwa hidup bukan untuk ditaluti tetapi untuk diyakini bahwa kita bisa dan mampu.

Dalam pembicaraannya, Kevin pun berpesan pada jutaan penyandang disleksia yang ada di seluruh dunia bahwa disleksia bukan penyakit yang menyengsarakan atau menyiksa dan berdampak negatif di masa depan, tetapi justru bisa memberi hal positif hingga mampu meraih kesuksesan. Meski dalam beberapa kasus, penderita disleksia membutuhkan waktu lama untuk bisa menguasai sesuatu ketimbang orang normal, namun bukan berarti mereka tidak mampu menguasainya dan meraih cita-cita.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top