Travelling

Bukan Kota Lumpur, Namun Banyak Potensi Wisata di Sidoarjo yang Bisa Kamu Jelajah

Mungkin ada sebagian yang belum mengenal kota Sidoarjo. Atau barangkali sudah mengetahuinya, bersamaan dengan kabarnya musibah Lumpur Lapindo. Tetapi sebetulnya tidak hanya terkenal dengan lumpurnya saja, melainkan juga terdapat banyak potensi wisata di Sidoarjo ini yang bisa dijadikan tujuan.

Potensi wisata di sidoarjo

Sponsor: pemutih wajah

Kota Sidoarjo bersebelahan dengan kota Surabaya, masuk dalam daerah Gerbang Kertasusila. Memiliki ikon udang dan bandeng. Udang dan bandeng pun sebagai penghasilan utama Sidoarjo. Kuliner khas yang terkenal di antaranya: Kupang Lontoong, Sate Kerang, Otak-Otak Bandeng, Ote-Ote Khas Porong, Lontong Balap, Kerupuk Udang, Bandeng Asap, Bandeng Presto, dan Petis. Di sana pula ada beragam toko yang menjual kuliner khas Sidoarjo. Eits, masih ada lagi potensi selainnya. Apa saja? Yuk, kita simak.

Kota Lumpur, Namun Banyak Potensi Wisata Lainnya

Sidoarjo sebenarnya bukan termasuk kota yang besar seperti Jakarta ataupun Surabaya, melainkan termasuk Kabupaten. Tapi, saya lebih senang menyebutnya kota. Sebab, apa yang dimiliki kota ini tidak kalah dengan kota besar yang lain. Kota ini cukup bersih dan sudah mulai banyak penanaman pohon di sepanjang jalan raya. Fasilitas yang dimilikipun cukup lengkap, seperti Jalan Tol, Mall, Stasiun, Masjid Agung, Alun-Alun, Gedung Olahraga, Rumah Sakit, Pasar, dan fasilitas lainnya. Dan ada satu yang dipunya kota ini yang tidak ada di kota lain, “Lumpur Lapindo”.

Sebagian orang mengenal Sidoarjo melalui musibah Lumpur Lapindo. Kurang lebih sudah 9 tahun, lumpur tersebut menggenangi beberapa wilayah di daerah Porong. Dan saat ini, lumpur tersebut sudah seperti waduk. Menarik perhatian warga luar Sidoarjo yang melintas di jalan raya Porong tersebut. Tidak heran, Lumpur Lapindo menjadi tempat wisata. Wisatawan pun yang datang, ada yang secara tidak sengaja (kebetulan lewat), ada juga yang sengaja jauh-jauh dari kotanya untuk datang. Mungkin, itu mengapa beberapa orang menyebutnya Kota Lumpur.

Tapi jangan salah, Sidorajo tidak hanya terkenal dengan lumpurnya. Kota yang 5 kali mendapatkan penghargaan Adipura ini, mempunyai beberapa potensi. Salah satunya adalah Udang dan Bandeng.. Berdasarkan data statistik perikanan budidaya Jawa Timur, total produksi budidaya tambak Sidoarjo terbaik kedua setelah kabupaten Gresik. Yang menjadi andalan adalah komoditas bandeng, udang windu dan vaname. Oleh sebabnya, tidak salah jika Sidoarjo memilih ikan bandeng dan udang sebagai ikon daerah.

Selain hasil budidayanya, juga banyak toko yang menjual hasil olahan udang dan bandeng tersebut. Contohnya saja makanan bandeng presto, petis udang, kerupuk udang, dan lain sebagainya. Hasil olahan tersebut bisa menjadi salah satu oleh-oleh khas Sidoarjo.

Potensi selanjutnya, yang dimiliki Sidoarjo adalah batik. Adalah sebuah gang kecil yang banyak menjual kain dan pakaian batik khas Sidoarjo. Pusat batik ini sudah ada sejak tahun 1675. Namun, karena semakin banyak masyarakat setempat yang membuka produksi batik, tanggal 3 Mei 2008 Bupati meresmikan daerah tersebut sebagai industri batik dan diberi nama “Kampoeng Batik Jetis”.

Sedikit wawasan, batik Jetis  memiliki yang didominasi flora dan fauna khas Sidoarjo. Keunggulannya, justru pada warna-warna cerah, seperti merah, hijau, kuning, dan hitam. Sebab, ketika perajin menawarkan batik tulis dengan warna lembut, pasar kurang merespons.

Ada “Kampoeng Batik Jetis”, ada juga “Kampung Kerupuk”. Kampung ini terletak di desa Rejo, yang dimulai sekitar tahun 1976. Berbagai jenis kerupuk tersedia. Seperti krupuk Sodok, Krupuk Ikan dan Udang, Krupuk Puli serta beberapa jenis krupuk lainnya. Setiap harinya, bisa mencapai 10-20 ton krupuk yang diproduksi. Dengan pekerja lebih dari 500 orang yang mayoritas warga desa Kedung Rejo sendiri. Hingg saat ini[i], ada sekitar 52 pengusaha kerupuk di desa tersebut.

Berbeda lagi dengan desa Rejo. Tanggulangin, deerah selatan ibukota Sidoarjo ini, ada banyak industry berbagai jenis jenis tas, sepatu, sandal, tas sekolah, dompet, jaket, ikat pinggang, tas olah raga dll. Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau. Sehingga, setiap hari, terutama hari libur tempat-tempat industry tersebut banyak didatangi pengunjung. Pengunjung yang pun mulai dalam kota hingga luar kota juga ada.

Selain Tanggulangin, Sidoarjo juga punya kawasan industry lainnya. Yaitu di daerah Wedoro. Bedanya, kawasan ini khsusus industry sandal dan sepatu. Berbagai macam jenis sandal dan sepatu yang dijual. Mulai yang berbahan sintesis sampai kulit. Kawasan ini juga ramai pengunjung. Kebanyakan dari mereka membeli untuk dijual kembali. Karena memang harga yang ditawarkan relative murah.  Namun tetap terjamin kualitasnya.

Pemerintah Sidoarjo memang menjadikan kawasan-kawasan tersebut sebagai pusat perekonomian. Karena selain meningkatkan pendapatan daerah, juga dapat menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Untuk itu, Bapak Saiful Ilah selaku Bupati Sidaorjo memubuat konsep pengembangan. Dengan konsep membuka jalur lingkar timur dan memperlebar beberapa titik jalan di kawasan Siborian (Sidoarjo-Jabon-Krian), berharap kawasan industry di Sidoarjo lebih berkembang. Dan bisa membuat para investor justru tertarik menanamkan modalnya.

Jika sedang mampir ke Sidoarjo, tidak ada salahnya datang ke kawasan-kawasan industry tersebut. Selain digunakan diri sendiri, juga bisa dibuat oleh-oleh. Bagaimana, tertarik untuk datang ? J

 

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top