Entertaiment

Bila Anda Bukan Ekstrovert ataupun Introvert, Inilah Ciri-Ciri Kepribadian Ambivert

Kita mengenal 3 tipe kepribadian secara umum. Yang paling kita kenal adalah tipe kepribadian ekstrovert dan introvert. Dua istilah tipe kepribadian ini pertama kali dikenalkan oleh Carl Jung. Alhasil, kita sering menganggap penggolongan kepribadian secara kaku. Bagi yang suka bergaul, mereka diklsifikasikan pada tipe ekstrovert, sedangkan mereka yang senang menyendiri, diklasifikasikan ke dalam kelompok kepribadian introvert. Padahal di antara keduanya, ada orang tertentu merasakan keduanya sekaligus. Adalah ambivert jenis pribadi tersebut. Masih banyak orang belum memahami ciri-ciri kepribadian ambivert.

ciri-ciri kepribadian ambivert

Sponsor : dr rochelle skin expert

Kepribadian manusia sangatlah kompleks. Kepribadian dibentuk dari pengalaman, sejarah pribadi, interaksi, dan bagaimana lingkungan seseorang tersebut dibesarkan. Seorang introvert mendapat kekuatan dari ide dan refleksi batin, sementara ekstrovert mendapat energi melalui kegiatan eksternal seperti berinteraksi. Kedua kepribadian ini memiliki kekuatannya masing-masing. Apapun kecenderungan seseorang, baik introvert maupun ekstrovert, jika ia mampu menerima diri sendiri dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki, maka ia akan bertumbuh menjadi pribadi yang baik.

 Apa Penyebab Seseorang Menjadi Introvert dan Ekstrovert

Menurut penelitian yang dirilis pada jurnal Frontiers in Human Neuroscience, menemukan perbedaan pada cara pemrosesan informasi di otak antara kepribadian introvert dan ekstrovert. Hasil penelitian tersebut pun diperkuat oleh Michael Cohen, menyebutkan adanya keterkaitan antara fungsi dopamin dan respon terhadap hal baru.

Para peneliti pernah melakukan uji coba pada kelompok ekstrovert dan introvert dengan memodifikasi situasi. Mereka mencoba menganalisa seseorang ektrovert dan introvert sewaktu permainan judi. Saat permainannya menang, mereka memindai aktivitas otak melalui proses scan. Dari proses tersebut, kelompok ekstrovert memberi lebih banyak respon di area otak amigdala dan nucleus accumbens, berbeda dengan kelompok introvert. Kelompok introvert memberi sedikit respon. Amigdala sendiri berfungsi untuk memproses rangsangan emosional, sedangkan nucleus accumbens berhubungan dengan produksi hormone dopamin.

Lalu, bagaimana dengan kaum ambivert. Kaum yang mana mereka berada di antara keduanya? Mereka yang masuk ke dalam zona tengah. Tipe ambivert ini seringkali terlupakan. Bagaimana ciri-ciri orang ambivert?

  1. Nyaman Berada di Tengah Kerumunan

Berbeda dengan kepribadian introvert, kaum introvert merasa tak nyaman jika harus berada di tengah sebuah kerumunan, tetapi orang berkperibadian ambivert justeru tidak selalu merasa tidak nyaman bila harus berada di suatu tempat yang dipadati manusia. Upaya menikmatinya ambivert dan introvert pun sama. Mereka sama-sama suka mengamati sekitar. Pun terkadang tidak berinisiatif untuk melakukan interaksi terlebih dahulu.

  1. Jengah Jika Terlalu Lama Menyendiri

Sama seperti ekstrovert, para ambivert akan merasa jengah bila terlalu lama sendirian. Sebab di situasi tertentu mereka akan butuh berinteraksi dengan orang lain. Tapi, berada dai kerumunan khalayak dalam kurun waktu lama pun bisa membuat lelah dan kehabisan energi. Nah, kalau anda merasa seperti ini, berarti sudah waktunya anda kembali ke dunia sendiri guna mengisi kembali energy yang sudah hampir mati.

  1. Kepribadian yang Adaptif dengan Lawan Bicaranya

Ya, karakter ambivert bisa dibilang paling adaptif dibanding karakter lainnya. Ia mampu menyesuaikan kepribadian sesuai dengan lawan bicaranya. Apabila sedang berkomunikasi dengan si ekstrovert, maka orang ambivert akan berperan sebagai introvert. Begitupun sebaliknya, bila sedang berhadapan dengan si introvert, ia akan berubah ekstrovert.

  1. Tertarik pada Percakapan yang Mendalam dan Spesifik

Orang ambivert menyukai percakapan yang merujuk pada satu topic tertentu. Terutama topik sesuai dengan minat. Orang-orang ambivert pun tertarik percakapan yang berbau filosofi. Misalnya, sebuah percakapan yang membahas tentang masa depan atau tujuan hidup.

  1. Tidak Selalu Diam

Lain halnya dengan introvert, ambivert tidak selalu diam. Tetapi, pula tidak melulu berbicara seperti si ekstrovert. Orang ambivert umumnya intuitif. Si ambivert tahu benar kapan tiba waktunya ia berbicara, kapan ia harus menjadi pendengar baik. Mereka akan melakukan keduanya secara bergantian di waktu yang tepat.

  1. Sulit Memilih Rencana Akhir Pekan

Biasanya kaum ambivert akan kebingungan memilih kegiatan di akhir pekan. Sebab ia suka dengan kegiatan yang berhubungan dengan dunia luar, namun juga senang menyendiri di rumah.

  1. Bisa Menyesuaikan

Ada kalanya ambivert berbaur dengan para introvert, kadang juga mampu bercengkerama dengan para ekstrovert. Para ambivert mampu beradaptasi dengan mudah. Orang ambivert bisa memahami masing-masing dari mereka. Jadi, tidak heran kalau teman-teman si ambivert ini tidak hanya terpaku pada salah satu kepribadian saja.

  1. Bisa Mengerjakan Proyek Kelompok atau Individu

Jika biasanya orang ekstrovert lebih gampang mengerjakan tugas secara berkelompok, sedangkan orang introvert cenderung lebih suka untuk menyelesaikannya sendiri, lain lagi dengan para ambivert. Mereka tetap dapat mengerjakan pekerjaan kelompok maupun individu secara optimal. Sehingga mereka  tidak memiliki preferensi tersendiri mengenai cara penyelesaian sebuah proyek

  1. Ambivert Berada di Antara Ekstrovert dan Introvert

Inilah salah satu kelebihan dari amivert. Ia mempunyai kualitas sama dengan si ekstrovert. Namun juga memiliki ciri-ciri persis dengan si introvert. Menjadi si ekstrovert, atau sewaktu-waktu menjadi si introvert.

Apakah anda pemilik pribadi ambivert? Apapun,

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top