Manfaat Buah

Benarkah Jus Buah Untuk Diet Menyimpan Sisi Negatif?

Benarkah Jus Buah Untuk Diet Menyimpan Sisi Negatif

Benarkan jus buah untuk diet ternyata menyimpan sisi negatif? Banyak yang beranggapan bila mengkonsumsi jus buah sangat baik untuk diet dan dianggap paling sehat dibanding mengonsumsi buah utuh secara langsung. Mengkonsumsi jus buah dianggap lebih mudah terserap nutrisinya. Namun, sayangnya tak ada bukti ilmiah yang mengungkap anggapan tersebut.

Sponsor: dr rochelle skin expert

Tak jarang orang lebih menggunakan jus buah untuk diet detoks. Bahkan cara ektrim pun dilakukan, seperti hanya mengkonsumsi jus buah dan sayuran, dan hanya menambahkan  sedikit makanan lainnya. Mereka berkeyakinan bila menurunkan berat badan dengan jus buah mampu menjadi alternatif detoks tubuh dan peningkat imunitas paling ampuh. Banyak pula yang yakin mengkonsumsi jus adalah bahan alami memperlancar pencernaan dan membantu mengurangi risiko kanker. Meski banyak yang yakin, cara ini belum diyakini oleh para peneliti dan belum terbuktinya bahwa jus lebih utama dibanding mengkonsumsi langsung buahnya.

Benarkah Jus Buah Untuk Diet Menyimpan Sisi Negatif

Apa alasan mengkonsumsi jus buah untuk diet tak disarankan?

Tak ada yang salah dengan mengkonsumsi buah dalam bentuk jus. Yang mesti kita tahu bahwa mengonsumsi jus buah dapat menghilangkan komponen penting buah itu sendiri. Faktor terbesarnya adalah kita kehilangan serat alami sayuran dan buah akibat proses penghancuran di mesin jus. Seperti kita tahu, serat adalah bagian penting dalam diet yang membuat para pelaku diet lebih kenyang dan tahan lama. Jika tak ada serat yang bisa dikonsumsi, maka pelepasan gula dari makanan ke dalam aliran darah juga akan terhambat. Akibatnya, kadar gula darah akan naik dengan cepat dan menjadi penyebab gula darah tak stabil.

Benarkah Jus Buah Untuk Diet Menyimpan Sisi Negatif

Apa sisi negatif lain menerapkan metode diet hanya dengan mengonsumsi jus buah?

  • Jus yang kita konsumsi tak dapat segera dikonsumsi pada hari yang sama. Sehingga jika tak segera di konsumsi dapat berisiko menimbulkan bakteri, akhirnya jus pun tak layak diminun.
  • Mencampurkan berbagai jenis buah atau sayur justru bisa meningkatkan jumlah kalori. Misalnya ketika kita mencampurkan apel dengan melon, dsb maka asupan gula dan kalori yang masuk juga akan banyak.
  • Hanya mengonsumsi jus buah sebanyak terapi diet, justru membuat Anda lebih tergoda mengonsumsi makanan berlemak. Hal itu bisa terjadi karena sebelumnya kita telah merasa membatasi diri tidak makan makanan berlemak.
  • Mengkonsumsi jus saja ada kemungkinan terinfeksi dengan obat diet. Misalnya memasukan buah atau sayur kaya vitamin K seperti bayam bisa memengaruhi kerja obat pengencer darah.
  • Diet hanya dengan jus saja membuat tubuh bisa kekurangan protein yang sangat berisiko tubuh kehilangan massa ototnya. Sedangkan jika memakan jus, kebanyak dari kita membutuhkan jumlah buah atau sayuran lebih banyak. Artinya konsentrasi zat tertentu juga ikut meningkat. Misalnya seledri dan buah bit mengandung nitrat dan ketika dijus, jumlah nitrat yang dihasilkan akan lebih besar dibandi memakannya secara utuh. Nitrat dalam jumlah tertentu memang bisa menurunkan tekanan darah. Tetapi karena nitrat berefek melebarkan pembuluh darah, maka mengkonsumsi dalam jumlah tinggi justru akan menyebabkan sakit kepala.
  • Jus yang dijual biasanya mengandung tinggi gula dan kalori yang justru berisiko tingkatkan berat badan.

Jadi, mengonsumsi hanya jus buah  untuk diet saja tak disarankan karena dapat memberikan efek pada tubuh. Setidaknya konsumsi 3-4 porsi buah dan sayur utuh untuk mendapat paduan mineral dan vitamin yang berbeda. Selain itu, memang belum ada penelitian yang mengonfirmasi tentang manfaat jus buah untuk diet  sebagai salah satu alternatif detoks tubu yang efektif. Kita harus tahu bahwa organ ginjal dan hati adalah alat detok alami meski kita harus atau tidak minum jus buah.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top