Inspiration

Belajar arti kesetiaan dalam film Ronin 47

Kesetiaan atau loyality sudah sering sekai kita mendengar kata-kata tersebut. Namun apakah kita sudah paam arti dari kesetiaan atau loyality tersebut? Nyatanya tidak banyak yang mengetahui arti dari kesetiaan. Banyak yang salah kira dengan arti kesetiaan, menganggap kalau selalu berada di dekatnya, tidak lirik wanita lain sudah mengatakan bahwa dirinya setia terhadap pasangannya tersebut. Padahal arti kesetiaan jauh lebih dalam dari selalu berada di dekatnya, tidak lirik wanita lain. Hal ini seperti arti kesetiaan dalam film ronin 47. Di dalam film tersebut kita akan mampu mempelajari bagaimana arti kesetiaan yang sejatinya. Bahwa tidak hanya selalu di dekat pasnagan kita atau tidak melirik wanita lainnya, melainkan lebih dari itu.

arti kesetiaan dalam film Ronin 47

Sponsor-cream perawatan wajah

Namun sebelum kita membahas hikmah yang bisa kita dapatkan dari film ronin 47 ini, mari kita ulas sedikit mengenai alur cerita film ronin 47. Film yang meluncur pada tahun 2013 ini menceritakan tentang kehidupan para samurai jepang di masa lampau. Dimana saat itu jepang masih berbentuk kekaisaran dengan pemimpin-pemimpin di daerah-daerah. Pemimpin-pemimpin di daerah atau bisa dikatakan raja-raja daerah ini lah memiliki pengawal yakni para samurai. Di masa itu samurai adalah pengawal raja yang mengabdi dan sumpah setia kepada rajanya. Jadi ketika sang raja telah meninggal maka mereka akan menjadi samurai tanpa tuan atau disebut sebagai ronin.

Sebenarnya film ronin 47 ini menceritakan tentang tokoh utama bernama Kai. Yakni seorang berdarah campuran yang disebut-sebut sejak kecil dibesarkan oleh iblis di hutan terlarang. Saat umur Kai belasan tahun ia mencoba untuk melarikan diri dari cengkraman iblis dan kemudian ditolong oleh Raja Asano dari wilayah Ako. Hingga akhirnya Kai tumbuh dewasa dan muncullah benih-benih cinta antara Kai dengan putri Raja Asano. Namun saat itu masyarakat luas memandang sebelah mata anak-anak berdarah campuran. Kai pun mendapakan perlakuan diskriminasi dari para samurai pengawal raja, meskipun Kai memiliki kemampuan setara dengan para samurai tersebut.

Namun suatu ketika, saingan Raja Asano yakni Raja Kira yang memiliki ambisi untuk menguasai wilayah Ako, datang ke kerajaan Ako dalam rangka penyambutan Shogun. Saat itulah penyihir yang berada di bawah perintah Kira mempengaruhi Raja Asano hingga seakan-akan ia hendak membunuh Kira yang tengah tertidur pulas. Mengetahui hal tersebut, Shogun penguasa Jepang memberikan hukuman mati secara terhormat untuk Raja Asano. Raja Asano pun mati di tangannya sendiri dengan cara harakiri.

Di tinggal tuannya mati, para samurai di kerajaan Ako pun di usir dan dilarang untuk balas dendam atas kematian tuannya. Mereka dijadikan samurai tanpa tuan atau ronin dan tidak boleh lagi menempati Ako. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi pimpinan para samurai yakni Oishi. Ia dijebloskan ke penjara bawah tanah selama satu tahun untuk meluruhkan mentalnya. Keluar dari penjara bawah tanah, ia mendengar kabar dari anaknya, Chikara, bahwa putri raja Asano dibawa Kira ke kerajaannya untuk dinikahi seminggu lagi ketika masa berkabungnya selama 1 tahun usai, sedangkan Kai dibuang di pulau belanda untuk dijadikan budak.

Bukannya menyerah, Oishi mengumpulkan para samurai bawahannya dulu termasuk menjemput Kai dari pulau belanda. Ia mengetahui bahwa semua yang terjadi pada Raja Asano adalah perbuatan Kira. Bagaimanapun ia ingin membalaskan dendam tuannya. Meskipun harus melanggar perintah shogun. Saat berkumpul dengan para samurai bawahannya, ia mengatakan kata-kata yang mencerminkan kesetiaannya.

“Apa yang akan aku usulkan ini berujung pada kematian, kalaupun kita berhasil maka kita akan digantung karena melanggar perintah shogun”

Hal itu memang benar, kalaupun mereka berhasil membunuh Kira maka mereka pun akan mati karena melanggar perintah Shogun yang melarang mereka untuk balas dendam. Disinilah arti kesetiaan itu berada. Pada akhirnya dengan upaya dan kerja keras mereka, Kira berhasil mereka bunuh. Mereka disambut oleh rakyat kejaraan Ako. namun tidak dengan Shogun. Mereka harus menghadapi tuntutan hukuman mati. Namun Shogun memberikan keringanan berupa hukuman mati secara terhormat melihat kesetiaan mereka terhadap tuannya, serta membebaskan Chikara agar keturunan Oishi tetap terjaga hingga kedepannya. Ke 47 ronin tersebut termasuk Kai, mati di tangan mereka sendiri dengan cara harakiri. Mereka dimakamkan di samping makam Raja Asano, tuannya.

Carita ini berdasarkan kenyataan di jepang. Anda bisa melihat makam ke 47 ronin tersebut di daerah prefektur hyogo, Jepang. Dari film tersebut kita bisa belajar arti dari kesetiaan. Bahwa meskipun orang yang kita hormati atau yang kita cintai telah tiada namun semangat untuk membela kehormatan mereka tidak akan pernah luntur.

Biarpun maut yang akan dihadapinya, mereka tidak gentar barang sebentar. Mereka tetap teguh memperjuangkan kehormatan tuannya. Jadi kesetiaan itu tidak hanya sekadar selalu ada di dekatnya, atau tidak melirik kanan dan kiri. Melainkan kesanggupan untun tetap menjaga kehormatan orang tersebut di masa senang maupun masa susah, bahkan hingga harus berhadapan dengan kematian sekalipun. Karena bagi orang yang setia, kehormatan tuannya ada di atas segalanya termasuk nyawanya sendiri.

 

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top