Parenting Info

Bahaya Mendidik Anak Dengan Kasar

Mendidik anak dengan benar menjadi salah satu hal yang wajib untuk diperhatikan. Mendidik anak dengan cara yang salah tentu akan sangat berpengaruh dengan kondisi anak yang bisa jadi menyebabkan anak tidak tumbuh dengan baik. Salah satu permasalahan dalam mendidik anak adalah dengan mendidik anak dengan cara yang kasar. Cara kasar ini bisa saja seperti menampar, berbicara berteriak, membentak, memukul, mencubit dan berbagai cara kasar lainnya. Perlu diperhatikan tentang Bahaya Mendidik Anak Dengan Kasar sehingga tidak kebablasan dalam mendidik anak dengan cara yang salah.

Bahaya Mendidik Anak Dengan Kasar

Sponsored by: cream perawatan wajah

Banyak orangtua yang berkelak jika sikap mereka yang mendidik anak dengan cara yang kasar merupakan bentuk dari cara mendidik yang tegas. Padahal jelas beda antara keras dan tegas karena keras merupakan bentuk mendidik yang lebih tinggi dibandingkan dengan tegas. Tegas memang diperlukan dan penting untuk membuat anak bisa lebih disiplin dan tidak membangkang pada orangtua. Namun, jika tegas ini cenderung kasar maka berbagai resiko berupa gangguan berikut ini bisa menjadi hal justru didapatkan.

  1. Cuek dan Tidak Peduli

Anak yang terus-terusan mendapatkan perilaku yang buruk dari orangtuanya akan sangat berpeluang untuk semakin membuat anak menjadi sosok yang tidak peduli lagi dengan lingkungannya. Ia menjadi sosok yang sudah terlalu sering mendapatan perilaku yang kasar seperti bentakan dan hukuman sehingga nantinya akan membuat dirinya menjadi pribadi yang apatis dan tidak peduli ketika mendapatkan peringatan dengan cara yang sama. Meskipun pada saat dibentak ataupun diberikan arahan ia seperti mendengaarkan namun bisa jadi sebenarnya ia tidak mendengarkan yang dikatakan oleh orang tuanya.

  1. Pemberontak

Diam-diam anak yang selalu mendapatkan pendidikan dengan cara yang kasar akan berubah menjadi anak yang pemberontak. Hal ini diperlihatkan dengan saat dihadapan orangtua mungkin ia akan menjadi sosok yang terkendali dan menurut akan setiap perkataan dari orangtuanya. Namun, ketika ia berada dibelakang orang tuanya justru dirinya berubah menjadi anak yang bertingkah sesuka hatinya. Larangan dan juga makian yang terlalu keras yang diberikan akan membuat anak tidak akan menampakan berbagai hal tersebut dan justru mencari celah untuk bertingkah laku sepuasnya ketika dibelakang orang tuanya.

  1. Tumbuh Menjadi Anak Keras Kepala

Cara mendidik yang terlalu keras juga tidk akan mengubah anak menjadi pribadi yang lebih lunak atau lebih menurut. Tetapi dirinya justru cenderung berubah menjadi orang yang tidak bisa digoyahkan bahkan ketika dirinya terus mendapatkan nasihat dari orang tua. Saat ia memiliki satu pandangan sendiri ia tak akan tergoyahkan dan hanya teurs percaya dengan pandangannya tersebut. Ia merasa jika apa yang disampaikan oleh orangtuanya bukanlah hal penting yang harus dipedulikan dan diperhatikan karena ia merasa jika orangtuanya terlalu kasar dan tidak memberikan perhatian kepada mereka melainkan hanya perlakukan yang kasar.

  1. Tumbuh Menjadi Orang yang Minder

Karena didikan orang tua yang terlalu kasar dan tidak mementingkan perkembangan anak, justru dirinya akan takut untuk mencoba hal-hal yang baru. Ia hanya akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak bisa berkembang dan takut untuk dimarahi oleh orang tuanya. Saat mencoba hal yang baru dirasa dirinya hanya akan mendapatkan hal yang memalukan dan cenderung membuat orang tuanya marah sehingga ketika hal tersebut terjadi anak akan tumbuh menjadi seseorang yang selalu minder untuk mencoba hal-hal yang baru.

  1. Memiliki Sifat Penantang

Ada kalanya perilaku keras yang diberikan oleh orang tuanya hanya akan menjadi boomerang tersendiri bagi kedua orang tuanya. Justru sikap orang tua yang selalu kasar akan membuat anak menjadi penantang karena aturan dan perilaku orang tua yang terlalu keras padanya. Karena ia terlalu sering mendapatkan perilaku dari orangtua yang keras sehingga ia ingin menunjukan jika sebenarnya ia bisa untuk menjadi orang yang berbeda dan lain dari orang tuanya. Ia pun kemudian bisa berani untuk melawan orang tuanya ketika ia merasa jika dirinya benar dan kemudian menentang apa yang diinginkan orang tuanya tersebut.

  1. Menjadi Orang yang Tertutup

Sifat orang tua yang terlalu temperamental dan mungkin juga senang untuk membentak akan membuat anak menjadi takut ketika akan bercerita akan sesuatu yang ia alami. Ia akan menjadi orang yang takut untuk bercerita sehingga apapun yang ia alami akan ia simpan untuk diri mereka sendiri. Mereka akan berfikir untuk apa terbuka dan bercerita kepada orangtua mereka jika yang mereka dapatkan hanyalah amarah dari orangtuanya. Sehingga, ia pun akan memilih untuk diam dan tidak akan cerita.

  1. Pemarah

Mau tidak mau, sikap tersebut juga akan menjadi hal yang ditiru oleh anak. Ketika orangtua memperlihatkan perilaku yang membentak dan kasar maka hal tersebut juga akan menjadi hal yang juga dilakkan oleh anak. Anak merasa jika hal yang dilakukan oleh orangtuanya tersebut benar sehingga ia pun juga melakuukan hal tersebut. Bukan hanya pada orangtunya, tetapi perilaku marah dan menjadi sifat pemarahnya tersebut akan menjadi hal yang ia lakukan untuk orang-orang disekitarnya.

Berbagai bahaya diatas tentu bisa saja dihindari asalkan orang tua bisa lebih sabar dan memilih cara mendidik yang lain untuk anak mereka. Mendidik anak dengan kasar bukanlah hal yang baik dan menyebabkan hal yang buruk bagi anak. Berbagai hal kurang baik tersebut tentu akan menjadi satu hal yang bisa merugikan bagi anak hingga ia tumbuh besar nanti.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top