Gosip

7 Aktor Lawas Terbaik Sepanjang Masa

Mempertahankan kualitas selama menjadi actor bukan sesuatu yang mudah. Aktor harus terus berlatih dan berkarya. Banyak orang mudah menjadi actor, namun seketika hilang dari layar kaca. Jangankan pemula, pemain film senior kadang masih sulit menjaga kualitas acting. Tapi 7 aktor lawas terbaik ini bisa mempertahkan keeksisannya. Kemampuan dalam berakting pun tidak diragukan lagi. Siapa saja mereka?

7 aktor lawas terbaik

Sponsor: cream perawatan wajah

  1. Ray Sahetapy

Urutan ketujuh ada Ray Sahetapy. Pria kelahiran 1 Januari 1957 di Donggala, Sulawesi Tenggara ini termasuk actor lawas. Beliau sudah membintangi banyak judul, mulai sinema hingga film layar lebar. Pertama kali Ray membintangi film berjudul GADIS dengan sutradara Nya Abbas Acup. Film ini pula yang kemudian mempertemukan dirinya dengan mantan istrinya, Dewi Yull.

Di era 80-an, banyak film yang dibintangi oleh Ray: DUKUN ILMU HITAM (1981) ,KABUT UNGU DI BIBIR PANTAI, TIRAI KASIH, SEJUTA SERAT SUTRA (1982), DARAH DAN MAHKOTA (1983), HARI SEORANG PERAWAN, PELANGI DI BALIK AWAN, KERIKIL-KERIKIL TAJAM KABUT PERkimpoiAN (1984), OPERA JAKARTA, MELINTAS BADAI, SECANGKIR KOPI PAHIT, dan SEBENING KACA.

Ray dinominasikan sebagai The Best Actor pada FFI 1988 melalui filmnya yang berjudul NOESA PENIDA (1988)—arahan sutradara Galeb Husen dan skenario Asrul Sani ini—juga lewat PONIRAH TERPIDANA, SECANGKIR KOPI PAHIT (FFI 1985), KERIKIL-KERIKIL TAJAM (FFI 1985), OPERA JAKARTA (FFI 1986), TATKALA MIMPI BERAKHIR (FFI 1988) dan JANGAN BILANG SIAPA-SIAPA (FF 1990

Lama vakum, tahun 200 beliau kembali membintangi fim layar lebar: DUNIA MEREKA (2006), TEROWONGAN CASABLANCA (2007), MENGAKU RASUL (2008), ANAK AJAIB (2008), JAGAD X CODE (2009), TEROWONGAN RUMAH SAKIT (2009), RASA (2009), IDENTITAS (2009) dan JINX (2010).

  1. Rano Karno

Urutan keenam ada Rano Karno. Siapa tak kenal pria yang lahir di Jakarta, 8 Oktober 1960 ini? Pembaca pasti tahu betul. Sosok actor yang terjun dunia politik tersebut sangat meleka dengan tokoh si Doel dari salah satu film yang dibintanginya. Si Doel Anak Betawi merupakan sinema terfenomenal di dunia hiburan. Dan, Rano Karno sendirilah sebagai produksi fim ini. Beliau memang menjabat sebagai direktur utama Karnos film kala itu.

Rupanya darah seni telah mengalir di diri beliau. Sejak usia kanak-kanak Rano menjadi bintang film GITA CINTA DARI SMA dan ALADIN DAN LAMPU WASIAT, juga menyanyi. Sepertinya bakat seninya itu mengalir dari ayahnya yang juga bintang film legendaris Sukarno M. Moor (alm).

Bisa dibilang beliau pula actor terbaik di film Arini (Masih Ada Kereta yang Akan Lewat) (1989), Rano Karno (1984), serta Ranjau-Ranjau Cinta di tahun 1985

  1. Didi Petet

Selanjutnya di urutan lima, ada (alm) Didi Petet. Pria pemilik nama asli Didi Widiatmoko, yang lahir di Surabaya 12 Juli 1956 tersebut  begitu terkenal setelah memerankan karakter waria bernama Emon, dalam film CATATAN SI BOY arahan sutradara Nasri Chepy.  Beliau pun pernah memerankan tokoh si Kebayan. Film ini sukses di masyarakat hingga dibuat beberapa sekuel. Akting Didi Petet berhasil, terbukti sosok Emon dan si Kabayan begitu melekat di diri beliau.

Film lain yang diperankan Didi, yakni CINTA ANAK ZAMAN (1988). Film itu juga mengantarkan dirinya meraih piala citra sebagai aktor pembantu terbaik.

Karya beliau berlanjut hingga tahun 2000-an, di mana kembali menjadi pemain di Pasir Berisik (2001), Petualangan Sherina (2000), Rindu Kami Padamu (2004), dan Banyu Biru (2005).

  1. Benyamin Sueb

Urutan keempat ada Benyamin Sueb. Semasa hidupnya Benyamin menghasilkan karya lebih dari 75 album musik dan 53 judul film. Sesudah sukses bernyanyi, Benyamin mendapatkan kesempatan untuk main film. seperti Banteng Betawi (1971), Biang Kerok (1972), Si Doel Anak Modern (1976) yang disutradari Syumanjaya. Dalam Intan Berduri, Benyamin mendapatkan piala Citra sebagai Pemeran Utama Terbaik dalam film Intan Berduri

  1. Roy Maten

Urutan ketiga ialah Roy Marten. Lahir di Salatiga, Jawa Tengah, tanggal 1 Maret 1952. Aktor kawakan yang kerap tampil membintangi sinetron maupun film. Pria yang disapa om Roy ini mendapat pernhargaan sebagai actor terbaik lewat film Tapak-Tapak Kaki Wolter Monginsidi pada tahun 2983. Lalu beliau juga membintangi film antara lain Permainan di bulan Desember, Cintaku Di Kampus Biru Sesuatu Yang Indah, Christina. Tapi perjalanan aktingnya sempat terhalang dikarenakan terlibat dalam dua kasus narkoba.

  1. Slamet Rahardjo

Urutan kedua ialah Slamet Rahardjo Djarot atau lebih dikenal Slamet Rahardjo. Beliau lahir tanggal 21 Januari 1949 di Serang, Jawa Barat. Slamet termasuk salah satu seorang aktor senior. Beliau mengawali karirnya dalam bidang teater dengan turut bergabung dalam Teater Populer bersama Teguh Karya.

Menyandang best actor pada film RANJANG PENGANTIN (1974). Sementara filmnya yang lain ada BADAI PASTI BERLALU (1977), NOVEMBER 1828 (1978), PONIRAH TERPIDANA (1983), LANGITKU RUMAHKU (1990), SEPUTIH HATINYA SEMERAH KERTAS (1982), KEMBANG KERTAS (1985), TJOET NJA’ DHIEN, PUTRI GUNUNG LEDANG, BANYU BIRU (2005), RUANG (2006) dan BADAI PASTI BERLALU (2007)—new version.

  1. Dedi Mizwar

Inilah urutan pertama, ialah Dedi Mizwar. Semua pasti mengenal Deddy Mizwar. Beliau lahir tanggal 5 Maret 1955 di Jakarta. Beliau terjun kali pertama ke dunia film pada 1976. Film pertamanya yaitu CINTA ABADI, arahan oleh sutradara Wahyu Sihombing.  Siapa kira beliau pernah menjadi pegawai negeri (1976). Tapi karena lebih menyukai seni, pekerjaannya dilepas. Deddy pernah terpilih sebagai aktor terbaik serta meraih empat Piala Citra sekaligus dalam FFI 1986 dan 1987.

Kemudian beliau mendirikan rumah produksi yang bernama PT Demi Gisela Citra. Melalui rumah sinemanya itu, Deddy memroduksi sinteron dan film: SANG PENGEMBARA, MAT ANGIN, KIAMAT SUDAH DEKAT, LORONG WAKTU, dan PARA PENCARI-MU. Dalam kesmuanya Deddy berperan sebagai pemain

Terhitung sampai sekarang setidaknya terdapat 73 judul film yang dimainkan oleh beliau. Beberapa di antaranya berhasil meraih penghargaan Piala Citra baik sebagai peran utama maupun peran pembantu, yakni dalam film ARIE HANGGGARA, NAGA BONAR, KEJARLAH DAKU KAU KUTANGKAP, OPERA JAKARTA, SUNAN KALIJAGA, SYECH SITI JENAR dan KUBERIKAN SEGALANYA.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top