Gaya Hidup

Cara Menjual Di Sosial Media Agar Aman

Cara Menjual Di Sosial Media Agar Aman

Pada jaman sekarang, sudah tidak bisa dipungkiri lagi bahwa media sosial sudah begitu  melekat pada kehidupan banyak orang. Hal tersebut tentunya bisa terjadi bukan tanpa alasan. Dimana alasan  yang paling utama adalah manfaat yang mampu diberikan oleh sosial media itu. Mulai dari informasi yang bebas, jaringan yang luas hingga kemudahan dalam mengaksesnya. Semua kelebihan tersebut tentunya sangat sayang sekali apabila tidak dimanfaatkan untuk kehidupan kita. Tidak terkecuali untuk bisa mendatangkan keuntungan ekonomi. Dimana sudah bukan hal baru lagi bahwa media sosial juga sudah dijadikan alat ekonomi untuk bisa mendatangkan keuntungan. Dimana hal yang paling lumrah dilakukan adalah melakukan jual beli melalui sosial media. Bahkan bisa dibilang sudah banyak orang yang meregguk keuntungan dengan metode seperti ini. Hal tersebut karena berbagai kelebihan yang sudah disebutkan sebelumnya tentang menggunakan media sosial. Sehingga tidak heran apabila banyak orang yang mulai mengalihkan perhatiannya untuk juga bisa mereguk keuntungan melalui media sosial. Namun semua kelebihan yang dimiliki sosial media tidak lantas membuat sosial media menjadi platform yang sempurna. Karena media sosial juga menyimpan banyak bahaya di dalamnya. Bahaya yang bukan hanya bisa dirasakan oleh mereka yang memilih menjadi pembeli di sosial media namun juga baru mereka yang menjadi penjual. Seperti yang diketahui bahwa banyak orang yang memilih menjual barang melalui sosial media karena kemudahan yang ditawarkan. Namun bahaya dan kerugian juga siap mengintai penjual yang tidak berhati-hati. Untuk itulah, berikut ini akan dijelaskan cara menjual di sosial media agar aman.

sponsor: kezia skin expert.

  1. Tidak Terpancing Konsumen

Cara Menjual Di Sosial Media Agar Aman

Hal pertama yang harus dilakukan untuk tidak tertipu maupun tidak merasakan berbagai kerugian melakukan pejualan di sosial media tentunya adalah berhati-hati. Hal tersebut tidak lepas karena berbagai kemungkinan buruk siap mengintai siapapun yang bermain di sosial media. Biasanya dalam transaksi jual beli ada pembeli yang memiliki niat lain selain melakukan pembelian. Sesuatu yang tentunya harus mendapatkan kewaspadaan penuh. Salah satunya adalah membuat citra buruk untuk penjual. Yaitu dengan memberikan feedback yang tidak berdasar dan hanya ingin menjelekan barang yang dijual. Apabila penjual menanggapinya secara tidak bijak hanya akan membuat citra dari penjual menjadi tidak baik  di mata calon konsumen yang lain. Biasanya orang yang melakukan hal ini memiliki banyak motivasi dibaliknya. Namun biasanya motivasi yang paling utama adalah karena orang tersebut ingin menjatuhkan usaha kita. Hal tersebut tidak lepas karena dia memiliki usaha yang hampir serupa. Sehingga cara termudah untuk mengalihkan konsumen yang kita miliki untuk berganti arah pada dia adalah dengan menjelakan kualitas kita. Entah itu kualitas produk yang dijual maupun kualitas pelayanan kita sebagai penjual. Sehingga hal pertama sekaligus yang terpenting adalah jangan terburu-buru terpancing dengan konsumen yang berusaha untuk mengorek kekurangan yang sebenarnya tidak relevan. Tanggapilah dengan sewajar dan senormal mungkin. Agar nantinya orang yang telah menjadi konsumen kita tidak ikut terpancing dan malah meninggalkan kita karena sudah tidak percaya lagi.

  1. Menghindari Tindakan Penipuan Pembeli

Nyatanyanya media sosial bukan hanya menyimpan kekurangan bagi pembeli khususnya penipuan namun juga penjual juga bisa mengalami hal yang sama. Yakni bisa mendapatkan pembeli yang nyatanya memiliki niat tidak baik untuk menipu. Salah satu cara menghindari tindakan penipuan yang dilakukan pembeli adalah dengan tidak cepat percaya apabila ada pembeli yang memperlihatkan bukti pembayaran maupun bukti transfer. Seperti yang diketahui bahwa selama ini banyak orang yang menjadikan bukti transfer sebagai bukti pembayaran untuk menganggap semua sudah dilakukan dengan benar. Namun hal tersebut tidak bisa menjadi jaminan bahwa pembeli benar-benar telah melakukan kewajibannya dengan benar. Karena hal tersebut bisa jadi hanyalah bukti transfer maupun bukti pembayaran yang direkayasa semata. Dimana trik ini memang sudah lama menjadi andalan bagi para pembeli yang memiliki niat baik ketika melakukan transaksi jual beli ini. Sehingga penjual harus lebih berhati-hati dalam hal ini. Dengan terlebih dahulu mengecek rekeningnya apakah memang benar pembeli tersebut telah melakukan pembayaran. Yaitu dengan melihat isi dari rekening sudah bertambah atau malah belum.

  1. Mengenali Pembeli

Cara Menjual Di Sosial Media Agar Aman

Mengenal pembeli juga bisa menjadi langkah selanjutnya yang harus diperhatikan oleh penjual. Tentu hal ini tidak terlalu sulit dilakukan dengan menggunakan media sosial media. Seperti yang diketahui bahwa media sosial biasanya menyediakan informasi pribadi dari si pengguna itu sendiri. Sesuatu yang tentunya sangat berguna dalam melakukan riset untuk pembeli tersebut. Hanya perlu mengecek usia, tempat tinggal, profesi maupun yang lainnya yang tercantum di media sosial dari pembeli. Hal ini berguna untuk meyakinkan penjual terhadap calon konsumennya ini. Apakah calon konsumennya ini memang benar-benar pembeli yang valid atau malah hanya akun anonim. Seperti yang diketahui, para penipu tidak akan menggunakan akun asli apabila menggunakan penipuan. Mereka lebih memilih menggunakan akun anonim. Hal tersebut dikarenakan agar sulit untuk melacak jejak maupun mendapatkan informasi dari mereka. Sehingga pastikan sebelum memilih konsumen maka tentukan terlebih dahulu konsumen dengan akun media sosial yang valid

Pada era sekarang, memang sangat mustahil untuk menolak untuk manfaat yang dimiliki oleh media sosial. Tidak terkecuali manfaat dalam melakukan penjualan. Namun tentunya juga tidak boleh menutup mata akan banyaknya bahaya yang mengintai apabila tidak berhati-hati.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top
$(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });