Gaya Hidup

Bahaya Yang Dimiliki Saat Belanja Online

Bahaya Yang Dimiliki Saat Belanja Online

Tentu melakukan pembelian melalui Media Sosial terasa mudah dan juga fleksibel. Sehingga tidak heran apabila banyak orang yang melakukannya. Bahkan pada masa sekarang ini, hampir semua orang melakukan pembelian melalui online. Mulai dari kemudahan, harga hingga waktu yang tak banyak dibuang menjadi alasannya. Namun pembelian Media Sosial juga memiliki kekurangan yang seringkali terjadi. Berikut ini bahaya yang dimiliki saat belanja online.

sponsor: produk pemutih wajah.

Bahaya Yang Dimiliki Saat Belanja Online

  1. Kemungkinan Barang Yang Rusak

Salah satu kekuarangannya adalah kemungkinan barang yang dipesan tidak sesuai seperti yang diinginkan bahkan bisa juga rusak. Hal ini tentu terjadi karena berbagai factor:

  • Barang Tidak Dibungkus Seperti Seharusnya

Tiap barang tentunya memiliki kualifikasi masing-masing. Ada barang yang kuat, barang yang tajam hingga barang yang mudah pecah. Dimana semua barang-brang tersebut tentunya harus dibungkus dengan rapi dan sesuai dengan kualifikasinya. Apalagi apabila itu barang mewah seperti Tas, Handphone maupun Laptop. Tentunya harus dibungkus dengan baik untuk memastikan bahwa barang tetap utuh dan sempurna.

  • Jasa Pengiriman Yang Buruk

Ternyata jasa pengiriman juga memiliki peranan terhadap barang yang datang dengan kondisi rusak dan membuat pelanggan kecewa. Apabila memakai jasa pengiriman yang tidak kredibel biasanya barang dalam pengiriman tidak diperlakukan dengan semestinya. Sehingga tidak heran apabila barang tersebut ketika sampai di tangan konsumen banyak cacatnya.

  1. Barang Terlambat Datang

Bahaya Yang Dimiliki Saat Belanja Online1

Salah satu proses yang harus dilewati ketika melakukan pembelian melalui media sosial adalah proses pengiriman. Dimana proses pengiriman relatif tergantung barang yang dipesan dan pihak penjual. Ada yang hanya perlu hitungan jam, hari sampai minggu. Semua tergantung  barang yang dibeli dan juga kualitas dari penjual sendiri. Namun yang menjadi masalah adalah ketika barang yang dipesan nyatanya tak kunjung datang. Padahal apabila melihat riwayat pemesanan seharusnya barang sudah sampai ke tujuan. Hal ini tentu tidak menjadi masalah terlalu besar apabila pembeli sedang tidak diburu waktu untuk memakai barang mewah yang telah ia pesan. Namun menjadi masalah besar apabila pembeli ingin segera memakai barang mewah tersebut untuk berbagai kepentingan yang sudah tidak bisa diundur-undur lagi waktunya. Apabila hal ini sampai terjadi tentunya pembeli menjadi pihak yang paling dirugikan. Apabila mereka telah mengirimkan sejumlah uang untuk melunasi barang mewah yang telah dipesan. Sedangkan penyebab keterlambatan barang disebabkan oleh berbagai hal. Berikut ini ada beberapa penyebabnya:

  • Peak Season

Peak Season adalah masa dimana banyak sekali orang yang melakukan transaksi jual beli secara online. Dimana masa ini seringkali terjadi ketika mendekati hari libur nasional maupun libur besar Agama seperti Natal maupun Lebaran. Karena besarnya minat dan tingginya jumlah pembeli membuat barang sekali terlambat beberapa waktu dari waktu yang telah dijanjikan.

  • Alamat Yang Tidak Lengkap

Kasus berikutnya adalah alamat yang tidak lengkap dicantumkan oleh konsumen. Tidak seperti ketika konsumen membeli barang di tempatnya langsung yang barangnya seketika dibawa pulang ketika telah menyelesaikan transaksi pembelian. Pembelian media sosial menggunakan metode pengiriman barang seperti JNE. Sehingga apabila alamat tidak lengkap maka sudah dipastikan barang tidak akan datang tepat waktu.

  1. Ongkos Kirim Yang Mahal

Setelah konsumen menentukan barang yang akan dibelinya dan mengetahui harga dari barang tersebut ternyata tidak sampai disitu saja. Karena ada Ongkos Kirim yang harus dibayar oleh konsumen untuk membuat barang tersebut bisa sampai ke tangannya. Ongkos Kirim memang menjadi bagian tidak terpisahkan dari pembelian barang di Media Sosial. Tentunya Ongkos Kirim sangat relatif tergantung tempat tinggal dari sang konsumen itu sendiri. Dimana semakin jauh tempat tinggal konsumen dari lokasi penjual maka tentunya akan semakin mahal pula ongkos kirimnya. Apalagi yang dibeli adalah barang-barang mewah tentunya memiliki Ongkos Kirim khusus yang tidak murah. Sesuatu yang tentunya semaking menguras dompet dari konsumen.

  1. Resiko Penipuan

Bahaya Yang Dimiliki Saat Belanja Online

Penipuan memang telah lama menjadi bayangan yang terus menghantui pembeli yang belanja melalui media sosial. Karena hal tersebut bukan menjadi rahasia umum lagi. Karena memang ada beberapa penjual nakal yang memanfaatkan Media Sosial untuk melakukan aksinya. Dimana konsumen yang telah mentransfer sejumlah uang ternyata tidak kunjung dikirimi barang yang telah dipesan. Tentunya hal ini sangat merugikan bagi pihak konsumen karena telah kehilangan uangnya tanpa mendapatkan produk yang diinginkan. Apalagi barang yang dibeli adalah barang-barang mewah yang harganya tidak murah tentu semakin banyak uang yang hilang. Berikut ini ada beberapa ciri-ciri media sosial yang melakukan penipuan terhadap penjualan barang:

  • Harga Miring

Salah satu ciri penipuan yang dilakukan oleh Media Sosial yang paling kentara adalah harga sebuah barang yang ditawarkan sangat murah atau miring. Padahal barang yang ditawarkan adalah barang mewah dengan kualitas terbaik. Tentunya semua hal tersebut membuat barang tersebut pantas untuk dihargai dengan nilai mahal. Namun para penipu akan melabeli barang tersebut dengan harga miring. Hal tersebut dilakukan semata-mata untuk menarik perhatian konsumen agar bisa terjebak. Untuk itulah konsumen patut berhati-hati ketika akan membeli sebuah barang dengan label harga yang begitu miring.

  • Garansi

Untuk terus membuat calon konsumen percaya maka penipu biasanya menggunakan alasan bahwa mereka menggunakan garasi terhadap barang tersebut. Padahal apabila ini dipikir secara logika maka akan membingungkan. Karena bagaimana mungkin barang yang merupakan hasil pasar gelap memiliki garasi? Untuk itulah calon konsumen harus memiliki rasa hati-hati yang tinggi.

  • Transaksi Hanya Online

Setelah itu biasanya, penipu akan beralasan bahwa transaksi jual beli hanya bisa dilakukan secara online. Yang artinya tidak akan ada sistem COD (Cash On Demand) yang membuat konsumen bisa membayar ketika barang yang diminta telah sampai di tempatnya. Hal tersebut dilakukan karena sang penjual adalah penipu yang pastinya memang tidak memiliki barang tersebut.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top