Sex & Love

Mitos Bercinta Yang Salah Kaprah

Membahas beberapa hal tentang bercinta merupakan salah satu hal yang sangat menarik karena aktivitas intim ini adalah sesuatu yang tidak mungkin dilepaskan. Seks sudah menjadi bahasan yang cukup tabu dari masa lalu hingga timbul beberapa mitos tertentu terkait hal yang satu ini. Munculnya beberapa mitos terkait hubungan bercinta dapat dianggap sebagai salah satu cara dari masyarakat untuk bersikap tertutup atau setidaknya tidak membahas tema ini dalam pembicaraan umum. Akan tetapi, mitos yang beredar terkadang menjadi sebuah kepercayaan yang salah kaprah. Tentu saja hal ini sangat berbahaya jika terus saja diyakini karena akan mengganggu inti dari hubungan seksual itu sendiri. Berikut ada beberapa mitos bercinta yang salah kaprah yang beredar di masyarakat dan harus Anda pahami. Lihat beberapa poin di bawah ini. Pernahkan terjadi di lingkungan Anda?

Mitos Bercinta Yang Salah Kaprah.2

Sponsor : perawatan wajah terbaik

  1. Puncak hormone yang salah

Salah satu mitos terkait hubungan seksual yang terlanjur tersebar di masyarakat luas padahal salah kaprah adalah puncak hormone seseorang. Di masyarakat umum kita sering mendengar bahwa puncak dari hormone testosterone pada pria adalah saat ia berusia 18 tahun dan puncak dari hormone esterogen pada wanita adalah ketika ia berusia 20 tahun. Benarkah demikian? Pada kedua umur tersebut, memang produksi hormone di dalam tubuh sedang sangat meningkat dan ini juga akan mempengaruhi pembawaan dari diri mereka sendiri. Hasrat yang tidak tertahankan menjadi salah satu contoh nyata dari perkembangan hormone mereka. Akan tetapi, mengatakan bahwa puncak pertumbuhan hormone ada pada usia terebut merupakan sebuah kesalahan karena hormone akan sangat fluktuatif dan mudah di pengaruhi oleh beberapa rangsangan dari luar.

  1. Hubungan intim dapat membantu diet

Bagi Anda yang memiliki berat badan yang cenderung berlebihan, tentu menurunkan berat badan hingga menjadi ideal merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Nah, sejalan dengan hal tersebut, ada salah satu mitos menarik perihal hubungan seksual. Beberapa masyarakat menganggap bahwa hubungan intim merupakan salah satu cara yang paling tepat dan efektif untuk menurunkan berat badan dan penunjang diet. Apakah benar demikian? Nyatanya, hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Hubungan seksual memang akan membuat Anda berkeringat dan dapat membakar kalori. Akan tetapi, hubungan seksual yang hanya berlangsung beberapa menit tentu saja tidak akan menurunkan berat badan secara drastis. Salah apabila Anda mengandalkan hubungan seksual sebagai satu-satunya olahraga yang Anda lakukan untuk diet.

  1. Hubungan seks pertama tidak menyebabkan kehamilan

Mitos lain yang tersebar di kalangan masyarakat dan hal tersebut merupakan salah kaprah yang begitu parah adalah adanya sebuah keyakinan bahwa hubungan seksual pertama tidak akan menyebabkan kehamilan bagi wanita walaupun sperma keluar di dalam vagina wanita. Ini adalah hal yang tidak masuk akal dan sayangnya menjadi salah satu dalil bagi remaja dengan pergaulan salah melakukan hubungan seksual pra nikah. Lalu, bagaimana hal yang benar? Kehamilan bukanlah tentang kali berapa Anda melakukan hubungan seksual dengan pasangan resmi Anda. Akan tetapi, kehamilan akan terjadi jika sperma pria bertemu dengan sel telur wanita. Meskipun Anda baru pertama kali berhubungan seksual tetapi kedua sel tersebut bertemu, tetap saja wanita akan hamil. Terlebih jika wanita sedang berada di masa subur.

  1. Hubungan seks sebelum pertandingan

Ada mitos menarik terkait hubungan seksual bagi para atlet. Ya, para atlet diberitahu bahwa melakukan hubungan seksual beberapa jam sebelum melakukan pertandingan merupakan hal yang buruk dan seharusnya tidak dilakukan. Menurut mitos yang berkembang, melakukan hubungan seksual sebelum pertandingan akan menyebabkan atlet menjadi lemas dan tidak bersemangat sehingga performanya pun akan menjadi tidak maksimal. Benarkah demikian? Sayangnya, mitos ini salah. Melakukan hubungan seksual sebelum pertandingan justru memberikan dampak positive bagi atlet. Beberapa atlet sering merasa nervous saat hendak bertanding. Ia menjadi susah konsentrasi karena beberapa kekhawatiran. Nah, hubungan seksual dapat dijadikan sebagai salah satu cara yang tepat untuk meredakan nervous dan membuat mereka jauh lebih tenang.

  1. Foreplay tidak perlu dilakukan

Mitos terakhir terkait hubungan seksual adalah adanya mitos yang mengatakan bahwa foreplay tidak perlu dilakukan. Seringkali beberapa orang mengganggap bahwa foreplay bukanlah sesuatu yang penting untuk sebuah hubungan seksual. Mereka cenderung melakukan hubungan seksual secara langsung. Akan tetapi, Anda perlu tahu bahwa foreplay adalah hal yang penting dalam hubungan seksual! Dengan foreplay yang cukup, hubungan seksual Anda akan menjadi lebih menyenangkan. Foreplay atau pemanasan sebelum hubungan seksual ini penting dilakukan sebagai langkah persiapan agar otot di badan tidak kaget. Selain itu, Anda juga bisa mengeksplorasi pasangan Anda dengan lebih leluasa jika melakukan foreplay sebelumnya.

Adanya beberapa mitos sebagaimana disebutkan di atas menunjukkan bahwa sebagian masyrakat masih cenderung menganggap seks sebagai hal yang tabu dan mereka berusaha menutupinya. Akan tetapi, kita tentu perlu menyadari beberapa mitos yang terjadi sebagai suatu kesalahan yang tentu akan mengubah sudut pandang kita terhadap hubungan seksual dan menciptakan hubungan seksual yang lebih sehat dan menyenangkan. Jadi, sebelum melakukan hubungan intim dengan pasangan, tak ada salahnya untuk mengenal beberapa permasalahan seperti yang telah dijelaskan di atas.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top