Travelling

Ingin Mendaki Gunung Agung, Jangan Abaikan Pantangan Ini

Ingin Mendaki Gunung Agung, Jangan Abaikan Pantangan Ini

Gunung Agung merupakan salah satu gunung yang paling tinggi dan paling disakralkan bagi masyarakat pulau Bali terutama yang beragama Hindu. Akan tetapi, sebelum Anda benar-benar penasaran dengan objek alam yang ditawarkan, kenali lebih seputar pantangan ketika mendaki gunung AgungYah sesuai namanya gunung yang satu ini memang menjadi pusat dan daya tarik luar biasa bagi warga Bali sekaligus para pengunjung. Namun, mereka yang hendak berpergian dan mengunjungi objek di gunung ini harus menaati segala peraturan dan adat disana. Bukan hanya kisah mistisnya juga karena harus melestarikan alamnya. Berikut sejumlah pantangan yang harus dilakukan sebelum memutuskan mendaki gunung tertinggi di pulau Dewata ini.

Ingin Mendaki Gunung Agung, Jangan Abaikan Pantangan Ini

Sponsor: cream pemutih wajah

1. Jangan mendaki gunung Agung saat ada sepupu atau keluarga dekat yang meninggal

Sebagai salah satu gunung yang disakralkan, kisah mistis terdakang membayangi gunung Agung. Gunung yang terbuka oleh para pendaki manapun ini memiliki pos pendakian yang didalamnya tertulis peraturan adat setempat. Salah satu aturan adanya adalah dilarang mendaki gunung Agung apabila ada salah satu keluarga atau sepupu yang meninggal. Karena apa? Menurut Komang Kayun ada jangka tertentu bagi pendaki jika ada anaknya yang baru meninggal. Menurut Komang, ada masa berkabung yakni 11 hari dan di masa itu mereka yang ingin pergi ke gunung Agung dilarang mendaki. Jika dilanggar bisa menimbulkan hal mistis yang tak bisa dinalar akal sehat. Beberapa hal mistis yang sempat ditemui Komang yakni melihat ada pendaki yang membawa daging sapi, ada angin yang menghalangi penunjung naik hingga hal mistis seperti tak bisa berjalan.

Ingin Mendaki Gunung Agung, Jangan Abaikan Pantangan Ini

2. Wanita haid dilarang mendaki gunung Agung

Larangan kedua adalah wanita yang tengah berhadas besar atau haid dilarang mendaki atau memasuki area gunung Agung. Seperti yang diutarakan oleh Komang yakni ada larangan lain pengunjung tak boleh naik gunung Agung jika tengah datang bulan. Sebenarnya ada beberapa faktor mengapa seorang wanita dilarang mendaki gunung saat menstruasi. Berikut diantaranya, bisa saja lokasinya yang angker dan penuh kisah mistis seperti yang diungkap oleh Komang. Wanita yang sedang haid bisa saja mengalami hal-hal yang tak diinginkan ketika memasuki area mistis seperti kesurupan dan lain-lain. Wanita haid biasanya sulit mengontrol emosi dan cenderung tak stabil (PMS). Itu sebabnya butuh kekuatan fisik dan mental jika ingin naik gunung Agung. Ketahanan tubuh juga ikut menurun serta sangat repot jika harus mengganti pembalut. Karena gunung Agung merupakan salah satu gunung yang disakralkan, membuang pembalut sembarangan sangat tidak diperbolehkan.

  Ingin Mendaki Gunung Agung, Jangan Abaikan Pantangan Ini

3. Pendaki dilarang membawa bahan makanan dari daging sapi

Setelah status gunung Agung dinaikkan statusnya menjadi “awas” pada akhir Septermber 2017 silam, daya tarik gunung Agung masih sangat kuat. Namun bagi pendaki ada sejumlah pantangan yang memang tak boleh dilangar. Pantangan lain ini adalah dilarang membawa bekal makanan yang terbuat dari daging sapi. Larangan membawa daging sapi dalam bentuk apapun adalah peraturan yang harus dilaksanakan semua pendaki. Selain itu, pendaki juga dilarang membawa perhiasan emas hingga warna pakaian tertentu.

Demikian seputar pantangan yang ada ketika hendak menaiki gunung Agung. Semoga informasi ini bisa menambah wawasan Anda.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top