Tips Kesehatan

Hewan Kurban Terinfeksi Cacing Dan TBC. Amankah Dagingnya Dikonsumsi?

Hewan Kurban Terinfeksi Cacing Dan TBC. Amankah Dagingnya Dikonsumsi

Tips aman mengkonsumsi daging yang terinfeksi cacaing. Setelah berita seputar idul adha beredar banyak di beragai media, muncul laporan tentang adanya sejumlah hewan kurban yang dinyatakan terjangkit oleh parasit berupa cacing pita dan virus tuberkolosis. Contoh kasus yang baru adalah dilaporkannya ada 154 hewan terjangkit infeksi cacing hati. Kejadian itu muncul di daerah Bantul Jawa Barat. Padahal selama ini cacing hati dan virus TB merupakan penyakit yang bisa mengancam kesehatan manusia. Jika sudah begitu, apakah masih aman dikonsumsi oleh manusia tanpa menimbulkan efek bebahaya?

Hewan Kurban Terinfeksi Cacing Dan TBC. Amankah Dagingnya Dikonsumsi

Sponsor: dr rochelle skin expert

Setelah kasus tentang hewan kurban yang terinfeksi cacing dan virus, seorang sekertaris daerah kota Yogyakarta, Gatot Saptadi menuturkan jika daging sapi yang terkena cacing hati masih aman dikonsumsi. Hal itu berkat rekomendasi yang diutarakan oleh petugas kesehatan hewan yang ada di pusat kota DIY. Menurut yang diberitahukan oleh petugas kesehata, jika menemukan hati hewan yang terinfeksi cacing masyarakat cukup mengubur organ hati yang terinfeksi.

Hewan Kurban Terinfeksi Cacing Dan TBC. Amankah Dagingnya Dikonsumsi

Berbahayakah Cacing Hati pada Hewan Qurban?

Meski ditemukan cacing didalam organ hati sapi, tetapi dagingnya tidak berbahaya untuk dikonsumsi manusia. Jenis cacing yang menginfeksi hewan di daerah Bantul merupakan cacing jenis  fasciola sp yang jarang bermigrasi atau berpindah tempat dari hati ke daging.

Cacing hati yang sering menginfeksi hewan biasanya jenis cacing berbentuk pipih dan hidup pada hati dan empedu hewan termasuk sapi dan kambing. Cacing bisa masuk kedalam hati sapi melalui makanan yang dikonsumsi berupa daun yang hidup di air. Dedaunan yang berada di daera air menjadi tempat sarang larva cacing hati dan bertelur. Jika cacing menginfeski hewan maka ditandai dengan berkurannya kondisi kesehatan, diare, berat badan berkurang hingga kembung. Hewan pun akan tampak layu, mata cekng dan telinga turun.

Pengaruh cacing hati pada hewan kurban bisa merusak hati dan sel sel didalamnya sehingga berdampak pada masalah hati kronis. Cacing itu tidak dengan mudah menular ke tubuh manusia dan sejauh ini masih dianggap aman. Sejauh ini juga belum ada laporan infeksi cacing hati hewan ke manusia. Jadi selama cara mengkonsumsi daging hewan dengan aman maka tidak masalah. Lalu Bagaimana dengan Virus TB?

Menurut dokter spesialis, dr Frans Abednego Barus, SpP, daging hewan tersebut masih aman dikonsumsi dan tidak akan menginfeksi manusia. Kalaupun menyerang manusia, infeksi virus tidak sampai berakibat menimbulkan TB paru. Bakteri TB yang menyerang hewan yang ditemukan adalah jenis Mycobacterium bovis yang berbeda dengan virus TB pada manusia (Mycobacterium tuberculosis).

   Hewan Kurban Terinfeksi Cacing Dan TBC. Amankah Dagingnya Dikonsumsi

Adakah Cara Menghilangkan Cacing Hati Dalam Hewan Qurban?

Cacing hati termasuk mudah ditanggulangi dan bisa dimatikan saat proses pemanasan antara suhu 70 derajat celcius ke atas. Sementara memasak daging hewan bisa berada pada suhu diatas 100 derajat celcius supaya larva dan telur cacing bisa pecah. Namun perlu diingat, banyak pakar menyarankan untuk tak memakan hati hasil yang terinfeksi beserta jeroannya agar tidak terkontaminasi cacing hati.

Jadi memang dengan kematangan penuh pada daging hewan bisa membantu membunuh kuman dan parasit cacing. Semoga pembahasan kali ini bisa lebih bermanfaat dan menambah wawasan seputar hidup sehat.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top