Sex & Love

Cara Deteksi Pasangan Trauma Bercinta

Aktivitas seksual atau bercinta seharusnya menjadi salah satu aktivitas yang menyenangkan untuk dilakukan bersama pasangan resmi Anda. Ya, aktivitas seksual yang satu ini memang merupakan salah satu cara yang baik untuk mengekspresikan kasih sayang terhadap pasangan. Selain itu, tentu kita juga sudah mengetahui bahwa bercinta akan memberikan beragam manfaat yang baik untuk tubuh, seperti membakar kalori, meredakan stress, dan lainnya. Namun, dalam beberapa kasus, pasangan tidak bisa menikmati hubungan percintaan yang Anda lakukan. Salah satu sebab yang sering mengganggu adalah trauma. Masalah trauma ini memang sangat mengganggu karena bisa menurunkan kepercayaan diri pasangan serta membuat hubungan percintaan menjadi hambar. Berikut kita akan membahas beberapa cara deteksi pasangan yang trauma bercinta dan solusinya yang bisa membuat hubungan percintaan Anda menjadi kembali normal.

Cara Deteksi Pasangan Trauma Bercinta.2

Sponsor : cream perawatan wajah

  1. Pasangan sering mengeluh

Pasangan yang sering mengeluh ketika Anda mengajaknya untuk berhubungan intim patut diwaspadai sebagai salah satu ciri bahwa ia trauma dengan hubungan seksual yang pernah ia lakukan. Trauma yang terjadi akan meninggalkan ingatan tentang ketidaknyamanan dan tentu saja akan mempengaruhi alam bawah sadar mereka sehingga mereka tanpa sadar akan berontak dan menolak. Hal semacam ini harusnya disikapi dengan sabar dan penuh pengertian. Nah, sebagai solusinya, jika Anda mendapati pasangan resmi Anda sering mengeluh, maka ajaklah ia berbicara berdua secara serius. Yakinkan bahwa Anda mencintainya dan katakana bahwa hubungan seksual yang akan Anda lakukan tidak akan menyakiti batinnya. Dengan cara seperti ini, tentu pasangan Anda akan menjadi lebih lega sehingga trauma tidak muncul kembali.

  1. Pasangan yang pasif

Dalam bercinta, masing-masing pasangan tentu saja harus terlibat aktif hingga bercinta menjadi aktivitas yang menyenangkan serta menggembirakan antar pasangan. Namun, terkadang, kita mendapati pasangan yang nampak pasif dalam bercinta. Ia hanya diam saja sementara Anda aktif sendirian. Hal semacam ini seharusnya menjadi perhatian yang khusus bagi Anda. Pasangan yang pasif dalam bercinta ini tentu dapat disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah trauma. Trauma yang terjadi membuat pasangan menjadi kurang percaya diri dan efeknya adalah ia memilh pasif dalam berhubungan intim. Kondisi ini dapat menyebabkan bercinta yang seharusnya penuh gairah menjadi hambar dan kurang menarik. Solusi yang bisa Anda lakukan adalah selain memberikan pengertian pada pasangan, berikan juga rangsangan yang lebih kepadanya.

  1. Tidak menikmati hubungan percintaan

Sejalan dengan penjelasan sebelumnya, rasa pasif yang muncul saat bercinta tentu saja sangat mengganggu. Hal ini dikarenakan bahwa percintaan yang seharusnya menyenangkan akan terasa biasa saja karena pasangan yang pasif. Nah, hal lain yang bisa dijadikan cara untuk mendeteksi pasangan yang trauma dalam bercinta adalah ia yang tidak menikmati hubungan percintaan yang dilakukannya. Seharusnya, jika saling membutuhkan, bercinta tentu merupakan hal yang sangat menyenangkan. Namun, adanya trauma yang terjadi pada pasangan Anda membuat ia menjadi tidak menikmati hubungan intim yang di lakukan. Efeknya, bisa jadi Anda juga menjadi malas untuk berhubungan intim. Ajaklah pasangan Anda untuk berbicara dan temukan solusi yang tepat untuk masalah ini.

  1. Malas bercinta dengan pasangan

Cara selanjutnya yang dapat dilakukan untuk mendeteksi pasangan yang trauma saat bercinta adalah frekuensi hubungan dalam satu minggu. Anda bisa mencoba untuk menghitung frekuensi hubungan seksual yang Anda lakukan dengan pasangan resmi Anda. Untuk ukuran normal, pasangan bisa melakukan hubungan seksual 3 hingga 4 kali seminggu dengan pasangan resminya, juga bisa lebih. Namun, frekuensi yang lebih jarang dari level normal harus dilihat sebagai salah satu masalah yang serius. Hal ini bisa saja di sebabkan oleh trauma yang diam-diam ia rasakan. Anda harus peka dan mencari solusi dengan segera. Tanyakanlah pada pasangan Anda, apakah dalam bercinta Anda pernah menyakitinya?

  1. Ingin cepat selesai saat bercinta

Selain frekuensi yang jarang, saat bercinta, pasangan yang ingin segera menyelesaikan hubungan bisa menjadi salah satu cara untuk mendeteksi kemungkinan trauma yang terjadi. Nah, perasaan ingin menyelesaikan hubungan percintaan dengan segera biasanya didasari oleh rasa tidak nyaman yang dirasakan oleh pasangan Anda. Seharusnya, jika pasangan Anda menikmati hubungan percintaan, tentu saja ia pasti ingin bertahan lebih lama. Oleh karena itu, jika Anda menemukan hal ini terjadi pada pasangan anda, salah satu cara yang tepat adalah menanyakan apa yang sebenarnya ia rasakan. Apakah ia merasakan nyeri sehingga merasa tersiksa atau yang lainnya. Pengertian antar pasangan merupakan hal yang penting untuk dilakukan.

Beberapa hal di atas menunjukkan bahwa ada terdapat beberapa kemungkinan yang terjadi dan mendasari trauma pasangan saat berhubungan intim. Dalam hal ini, tentu saja Anda harus peka dan mengetahui apa yang menjadi dasar masalah sebenarnya. Hubungan percintaan yang seharusnya bisa dinikmati tentu saja akan terasa kurang jika satu pasangan mengalami trauma. Perlu dipahami bahwa faktor komunikasi adalah salah satu hal yang sangat penting. Jika pasangan Anda melakukan beberapa hal yang disebutkan di atas, maka berkomunikasilah dengan baik pada pasangan Anda. Biarkan ia berpendapat dan cobalah untuk mengerti apa yang ia inginkan.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top